Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan merilis data kinerja perdagangan internasional Indonesia untuk periode Juni. Menjelang rilis tersebut, pasar mencermati proyeksi pergerakan ekspor, impor, serta neraca perdagangan.
Berdasarkan konsensus Bloomberg hingga Kamis (31/7/2025) pagi yang melibatkan 21 analis dan ekonom, median proyeksi pertumbuhan ekspor Indonesia pada Juni diperkirakan mencapai 10,41% secara tahunan (year-on-year/yoy). Jika terealisasi, angka ini akan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekspor pada Mei yang tercatat 6,98% yoy.
Perkiraan penguatan ekspor tersebut dinilai terkait dengan kenaikan harga sejumlah komoditas utama Indonesia. Sepanjang Juni, harga batu bara di pasar internasional meningkat 4,32% secara point-to-point, sementara harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) menguat 2,81%.
Batu bara dan CPO merupakan komoditas yang berperan besar dalam kinerja ekspor Indonesia. Sepanjang Januari hingga Mei, nilai ekspor bahan bakar mineral yang didominasi batu bara mencapai US$ 13,15 miliar, setara 12,4% dari total ekspor nonmigas Indonesia.

