Kremlin memperingatkan bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah dapat menimbulkan konsekuensi yang menghancurkan bagi ekonomi global dan berdampak dalam jangka panjang.
Peringatan itu disampaikan juru bicara Kremlin Dmitry Peskov dalam keterangan kepada kantor berita negara Rusia, TASS, pada Minggu (29/3). “Kita sekarang melihat konsekuensi yang sangat menghancurkan dari perang ini bagi ekonomi global dan geopolitik regional,” kata Peskov. Ia menegaskan dampak tersebut “mungkin tidak akan bersifat jangka pendek” dan berpotensi berlangsung lama.
Dalam laporan yang sama disebutkan, Amerika Serikat dan Israel telah melakukan serangan udara terhadap Iran sejak 28 Februari. Serangan tersebut dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.
Iran kemudian membalas melalui serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, serta Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer Amerika Serikat. Serangan balasan itu dilaporkan menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta mengganggu pasar global dan penerbangan.
Di tengah kabar upaya meredakan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, Washington disebut sedang mempersiapkan rencana operasi darat ke Iran. Sejumlah pejabat Amerika Serikat yang berbicara kepada Washington Post dengan syarat anonim menyebut operasi itu bukan “invasi skala penuh”, melainkan serangan terbatas yang melibatkan pasukan Operasi Khusus dan pasukan infanteri konvensional.
Menanggapi informasi tersebut, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf pada Minggu menuduh Amerika Serikat diam-diam menyiapkan serangan darat saat secara terbuka menyampaikan upaya diplomatik untuk mengakhiri perang. “Musuh secara terbuka mengirimkan pesan negosiasi dan dialog sementara secara diam-diam merencanakan serangan darat,” kata Ghalibaf dalam pernyataan yang dimuat kantor berita resmi IRNA, dikutip dari Daily Sabah.
Ia menambahkan, “Pasukan kami menunggu kedatangan tentara Amerika di darat untuk membakar mereka dan menghukum sekutu regional mereka sekali dan untuk selamanya.”