BERITA TERKINI
Le Thi Thuy Sen Dorong Literasi Keuangan Sejak Dini Lewat Buku dan Seri Pendidikan untuk Siswa

Le Thi Thuy Sen Dorong Literasi Keuangan Sejak Dini Lewat Buku dan Seri Pendidikan untuk Siswa

Le Thi Thuy Sen, Pemimpin Redaksi Banking Times dan mantan Direktur Departemen Komunikasi Bank Negara Vietnam, menaruh perhatian besar pada upaya mempopulerkan pengetahuan keuangan dasar bagi masyarakat. Ia menyebut mimpinya sederhana: agar publik, terutama generasi muda, memiliki pemahaman yang baik tentang keuangan pribadi.

Menurut Thuy Sen, literasi keuangan membuat anak muda lebih menghargai uang, membelanjakan secara bijak, serta memahami dan memanfaatkan layanan perbankan seperti tabungan, pinjaman, dan pembayaran. Ia juga menekankan pentingnya kemampuan mengelola arus kas, berinvestasi, dan memulai usaha. Dalam pandangannya, ketika individu dan keluarga memiliki keamanan finansial, hal itu menjadi fondasi bagi kemakmuran nasional.

Pandangan serupa disampaikan Peter Verhoeven, Anggota Dewan Direksi Anax Invest. Ia menilai pendidikan keuangan sejak dini sangat penting. Ia menyebut seri buku teks Pendidikan Keuangan sebagai materi yang memberikan pengetahuan tentang uang dan keuangan yang praktis serta mudah dipahami bagi siswa sekolah menengah, sekaligus menjadi landasan pendidikan keuangan di sekolah.

Upaya Thuy Sen mendapat sorotan ketika bukunya berjudul Cerdas dalam Mengelola Uang - Menghindari Kekhawatiran dinominasikan untuk dua Penghargaan Buku Nasional pada 2024. Meski saat itu sedang menjalani perawatan medis, ia mengaku gembira karena nominasi tersebut membuka peluang buku itu menjangkau lebih banyak pembaca dan mendorong bertambahnya warga yang melek finansial.

Thuy Sen juga baru merilis seri buku pendidikan keuangan 12 jilid untuk siswa SMA. Seri ini disebut akan diajarkan sebagai mata pelajaran keterampilan hidup di sekolah-sekolah, yang semakin menguatkan keyakinannya bahwa pengetahuan keuangan dan moneter dapat dibekalkan sejak usia muda.

Motivasi Thuy Sen menulis buku berangkat dari pengalamannya bekerja bertahun-tahun di sektor perbankan dan keuangan. Ia mengaku sering merasa sedih mendengar kasus orang terjerat utang atau kehilangan uang karena minimnya pengetahuan keuangan. Dari situ, ia memilih menempuh jalur baru: menulis buku tentang keuangan.

Melalui pekerjaannya di Bank Negara Vietnam, Thuy Sen berkesempatan mengamati praktik di berbagai negara. Ia menilai pendidikan keuangan bagi anak-anak menjadi prioritas di negara maju, sementara di negara berkembang isu tersebut mulai mendapat perhatian. Ia mencontohkan Amerika Serikat yang selama bertahun-tahun mengajarkan anak sejak sekolah dasar tentang belanja bijak, membedakan kebutuhan dan keinginan, lembaga penerbit uang, penggunaan uang secara efektif, hingga kebijakan pajak.

Di Vietnam, Thuy Sen menilai banyak orang mengelola keuangan dengan pendekatan hemat, bukan pendekatan yang sistematis. Ia menggambarkan dampaknya antara lain keluarga yang cepat jatuh miskin setelah menerima kompensasi tanah, anak muda terjebak pinjaman merugikan demi memenuhi keinginan konsumtif, hingga keluarga yang hancur akibat spekulasi saham tanpa pengetahuan memadai. Ia juga menyinggung fenomena anak muda yang terperangkap tawaran “pekerjaan mudah dengan gaji tinggi” karena tidak memahami bahwa uang tidak datang tanpa usaha.

Menurutnya, bila individu dan keluarga lebih baik mengelola keuangan, maka akan ada lebih sedikit kehidupan yang kurang beruntung dan keluarga yang hancur. Karena itu, literasi keuangan perlu disebarluaskan secara luas. Ia menilai buku keuangan yang beredar kerap merupakan terjemahan atau impor dan jarang ditujukan untuk anak-anak, padahal pengajaran tentang pengelolaan uang, pengeluaran bertanggung jawab, dan strategi investasi yang baik perlu dimulai sejak muda.

Untuk menjangkau pembaca lebih luas, Thuy Sen memilih pendekatan visual melalui buku komik. Istilah teknis yang biasanya melekat pada dunia keuangan disajikan dengan cara yang lebih mudah dipahami dalam bukunya Manajemen Uang yang Cerdas - Menghindari Kekhawatiran. Ia juga memasukkan prinsip-prinsip keuangan ke dalam lagu rakyat dan peribahasa agar lebih dekat dengan pembaca, sekaligus mengangkat nilai seperti kecintaan pada pekerjaan, tanggung jawab keuangan, kreativitas, dan patriotisme.

Buku tersebut diselesaikan dalam empat bulan bersama kolaboratornya, seniman Thăng Fly. Thuy Sen menyebut buku itu mendapat sambutan hangat dan terjual habis 35.000 eksemplar dalam satu tahun setelah dirilis.

Setelah itu, ia melanjutkan proyek seri pendidikan keuangan 12 jilid untuk 12 kelas di tingkat sekolah menengah atas. Ia menyebut proses produksi kembali dilakukan dalam tempo empat bulan dan diiringi respons positif dari pembaca di berbagai wilayah.

Thuy Sen menargetkan buku-bukunya dapat diakses seluas mungkin dengan harga terjangkau. Ia menyatakan seri Pendidikan Keuangan dijual sedikit di atas 20.000 VND per jilid agar sesuai dengan anggaran mayoritas orang tua. Ia juga berupaya mempopulerkannya melalui pelatihan guru di lima provinsi agar materi literasi keuangan dapat diajarkan kepada siswa. Selain itu, ia menyampaikan rencana menyelenggarakan kelas literasi keuangan gratis untuk siswa.

Di luar penyebaran di dalam negeri, Thuy Sen juga menyelesaikan terjemahan bahasa Inggris dari buku-bukunya untuk dibagikan kepada anak-anak di luar negeri. Ia menyatakan keyakinannya bahwa pendidikan keuangan yang cermat sejak sekarang dapat mengubah individu, keluarga, dan negara di masa depan.

Dukungan terhadap gagasan tersebut datang dari John A. Quelch, akademisi yang dikenal di bidang pemasaran strategis dan mantan wakil dekan Harvard Business School. Ia menulis pesan tangan yang menyebut pendidikan keuangan bagi kaum muda penting bagi kebahagiaan dan stabilitas jangka panjang keluarga serta keberhasilan bangsa. Ia juga menekankan bahwa pendidikan keuangan tidak hanya mengajarkan soal uang, tetapi juga integritas dan saling menghormati dalam membangun ekonomi berbasis kepercayaan dan kerja sama.

Thuy Sen menyatakan bahwa literasi keuangan yang baik mendorong perilaku keuangan yang baik, membantu memastikan keamanan finansial pribadi dan keluarga, serta berkontribusi pada stabilitas sosial. Ia juga menilai pengetahuan investasi dapat menumbuhkan semangat kewirausahaan dan keinginan menciptakan kekayaan, yang pada akhirnya mendukung kemakmuran bangsa.

Dalam catatan lain, Manajemen Uang yang Cerdas - Menghindari Kekhawatiran disebut telah menjangkau 35.000 pembaca di seluruh negeri dalam satu tahun setelah peluncuran. Pada pertengahan 2024, buku itu juga diakui sebagai “panduan keuangan untuk keluarga” di situs organisasi di Asia oleh Yayasan Bank Tabungan Internasional Jerman (DSIK).

Buku tersebut menarik pembaca melalui kisah-kisah tentang mengatasi kesulitan, kecintaan pada pekerjaan, bakti kepada orang tua, hidup dengan aspirasi dan tanggung jawab, serta persahabatan dan kecintaan pada tanah air. Kekayaan sastra rakyat seperti lagu rakyat, peribahasa, idiom, tradisi, budaya, dan sejarah nasional digunakan untuk menyampaikan pengetahuan keuangan dan perbankan secara sederhana dan lugas.

Materinya mencakup pengetahuan tentang keuangan, ekonomi, dan perbankan; sifat ekonomi, sosial, dan historis uang; pengenalan pasar serta produk keuangan seperti obligasi, saham, sertifikat deposito, pajak, emas, dan tabungan; hingga manajemen keuangan pribadi, pengeluaran hemat dan rasional, serta amal. Buku itu juga membahas pemahaman dan penggunaan layanan seperti tabungan, pinjaman, dan pembayaran secara aman dan efektif.

Seri Pendidikan Keuangan disebut sebagai upaya memberi pengetahuan dasar keuangan kepada siswa dari tingkat dasar hingga menengah atas, dengan tujuan menumbuhkan kebiasaan pengeluaran yang baik sejak usia muda. Salah satu ciri yang disorot adalah penggunaan lagu rakyat dan peribahasa Vietnam agar materi lebih mudah diakses dan dipahami, serta pengenalan tren teknologi yang mendorong komunikasi dan transformasi digital di sektor keuangan dan perbankan.