BERITA TERKINI
Lima Tips Investasi Aman dan Menguntungkan bagi Ibu Rumah Tangga di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

Lima Tips Investasi Aman dan Menguntungkan bagi Ibu Rumah Tangga di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

Jakarta — Kenaikan harga serta ancaman krisis energi dan pangan disebut menjadi dampak nyata dari memanasnya konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran. Situasi ini mendorong banyak keluarga untuk lebih cermat menjaga kondisi finansial, termasuk dalam mengambil keputusan investasi.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, investasi dinilai tetap dapat dilakukan, namun dengan pendekatan yang lebih hati-hati. Investasi tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga perlu memastikan dana terlindungi dari risiko tak terduga. Karena itu, langkah investasi sebaiknya didukung kondisi keuangan yang sehat, mulai dari arus kas yang stabil hingga kesiapan dana darurat sebagai perlindungan awal.

Career & Financial Coach Atu Kusno membagikan sejumlah langkah yang dapat diikuti ibu rumah tangga agar keuangan keluarga tetap terjaga. Berikut lima tips yang disampaikannya.

1. Pastikan arus kas stabil
Atu menekankan investasi sebaiknya dilakukan ketika arus kas dalam kondisi sehat, yakni pendapatan lebih besar daripada pengeluaran. “Investasi hanya bisa dilakukan ketika arus kas yang dimiliki sudah stabil dan positif (pendapatan rutin lebih besar dari pengeluaran) dan memiliki proteksi (dana darurat dan asuransi),” kata Atu kepada HaiBunda, Jumat (27/3/2026). Menurutnya, kondisi ini penting agar dana yang diinvestasikan tidak tergerus ketika terjadi hal yang tidak diinginkan.

2. Kenali profil risiko sebelum memilih instrumen
Setiap orang memiliki toleransi risiko yang berbeda. Karena itu, mengenali profil risiko menjadi langkah penting sebelum menentukan instrumen investasi. Atu menyebut ada kategori low risk, medium risk, dan high risk taker. Ia mengingatkan masih banyak orang yang tergiur potensi hasil tanpa memahami risiko. Ketika investasi merugi, kondisi tersebut bisa memicu kepanikan dan keputusan emosional yang justru memperbesar kerugian.

3. Tentukan tujuan dan jangka waktu investasi
Atu menyarankan investasi dilakukan dengan tujuan yang jelas, termasuk kapan dana dibutuhkan. Ia memberi contoh kebutuhan biaya pendidikan anak. “Investasi itu harus ada tujuannya, untuk apa dan kapan. Misalnya, 3 tahun lagi harus membayar biaya masuk SMP,” ujarnya. Dengan tujuan yang terukur, sejumlah dana dapat dialokasikan ke produk investasi yang diharapkan mampu memenuhi target nilai dalam jangka waktu tertentu dengan rasa aman.

4. Alokasikan dana secara rutin sesuai kemampuan
Di tengah ketidakpastian, prinsip cash is king tetap dinilai penting, namun bukan berarti investasi harus dihentikan. Atu menyarankan alokasi dilakukan rutin seperti menabung, menyesuaikan kemampuan masing-masing. Ia menyebut ada referensi yang mengalokasikan maksimal 20% pendapatan per bulan, sementara referensi lain hingga 30%. Menurutnya, besaran tersebut bersifat situasional dan berbeda pada tiap orang.

5. Pilih instrumen yang minim risiko
Bagi ibu rumah tangga yang baru memulai, Atu menyebut instrumen seperti deposito, obligasi negara, emas, atau mata uang asing dapat dipertimbangkan karena relatif lebih stabil. “Untuk berinvestasi dengan risiko yang minim, bisa memilih produk yang mendapatkan perlindungan dari pemerintah seperti deposito dan obligasi negara. Pilihan berikutnya yang bisa dipertimbangkan adalah mata uang asing (i.e US dollar) dan emas batangan,” tuturnya.

Atu juga mengingatkan agar keputusan investasi tidak diambil tanpa literasi yang memadai. Jika belum memahami suatu produk, ia menyarankan untuk mempelajarinya terlebih dahulu, meminta pendapat dari yang lebih berpengalaman, atau berkonsultasi dengan perencana keuangan.