BERITA TERKINI
Literasi Keuangan UMKM Masih Lemah, Pelatihan di Solo Tekankan Pengelolaan Kas hingga Utang-Piutang

Literasi Keuangan UMKM Masih Lemah, Pelatihan di Solo Tekankan Pengelolaan Kas hingga Utang-Piutang

Di tengah tekanan biaya produksi, fluktuasi daya beli, dan ketidakpastian ekonomi, banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masih menghadapi persoalan mendasar: pengelolaan keuangan yang belum tertata.

Sejumlah pelaku usaha disebut masih mencampur keuangan pribadi dan bisnis, tidak memiliki pencatatan arus kas yang jelas, hingga kesulitan menghitung laba secara riil. Kondisi yang kerap dianggap sepele ini membuat UMKM rentan ketika menghadapi risiko tak terduga, mulai dari penurunan penjualan hingga gangguan operasional.

Padahal, UMKM selama ini dikenal sebagai tulang punggung ekonomi nasional sekaligus penyerap tenaga kerja terbesar. Tanpa fondasi keuangan yang sehat, potensi UMKM untuk naik kelas dinilai mudah terhambat.

Merespons persoalan tersebut, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk melalui program Bakti Tugu berkolaborasi dengan Rumah BUMN Pertamina menggelar pelatihan literasi keuangan bagi sekitar 100 pelaku UMKM binaan di Solo, Jawa Tengah.

Pelatihan ini difokuskan pada praktik pengelolaan keuangan sederhana yang aplikatif. Materi yang diberikan meliputi pemisahan dana pribadi dan usaha, pencatatan arus kas, penyusunan laporan laba rugi sederhana, hingga pengelolaan utang-piutang.

Corporate Secretary PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk, Dudi Subekti, mengatakan penguatan kapasitas pengelolaan keuangan menjadi fondasi penting agar UMKM dapat bertahan dalam jangka panjang.

“UMKM adalah motor penggerak ekonomi nasional. Dengan pengelolaan keuangan yang lebih tertib dan terencana, pelaku usaha dapat lebih siap menghadapi tantangan bisnis,” ujar Dudi melalui keterangannya.

Kegiatan ini disebut sejalan dengan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang diinisiasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, termasuk pelaku UMKM di daerah.

Di tengah persaingan yang semakin ketat dan dinamika ekonomi yang tidak menentu, penguatan kapasitas manajerial dan keuangan dinilai menjadi salah satu kunci agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh lebih berkelanjutan.