Empat mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) menggelar program edukasi literasi keuangan bertajuk CATUNG (Catat dan Menabung) untuk siswa SDN Sumber Wuluh pada Selasa (10/2/2026) pukul 09.00 WIB. Kegiatan ini merupakan bagian dari Kelompok KKN 8 Sumber Wuluh dan ditujukan untuk menanamkan kebiasaan mengelola uang serta menabung sejak usia dini.
Program tersebut diinisiasi oleh Shelka Exi Oktavinova, Adjie Eka Putra, Imelda Ifana, dan Nurlia Della Lutviana. Mereka merancang materi literasi keuangan dasar dengan pendekatan interaktif agar mudah dipahami siswa sekolah dasar.
CATUNG memiliki dua fokus utama, yakni mengenalkan pencatatan pemasukan dan pengeluaran serta memahami manfaat menabung. Shelka menjelaskan, program ini berangkat dari pengamatan bahwa banyak anak belum memahami nilai uang dan belum mengetahui ke mana uang jajan mereka digunakan. Melalui CATUNG, siswa diajak mulai mencatat dan mengelola uang jajan secara sederhana.
Dalam pemaparannya, Shelka juga menyinggung data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mencatat tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia pada 2022 sebesar 49,68 persen. Menurutnya, edukasi sejak dini dipandang sebagai salah satu upaya untuk memperkuat pemahaman pengelolaan keuangan.
Adjie menjelaskan, metode pembelajaran disesuaikan dengan usia siswa. Materi disampaikan melalui permainan, cerita, dan simulasi. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa membagikan buku CATUNG berisi tabel sederhana untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran harian. Siswa dilatih menuliskan tanggal, sumber uang, jumlah uang, serta penggunaan uang tersebut.
Imelda memandu sesi pencatatan pemasukan dan pengeluaran menggunakan buku catatan sederhana. Melalui praktik langsung, siswa diajak memahami perbedaan uang masuk dan uang keluar. Ia menuturkan, siswa terlihat antusias dan aktif bertanya, termasuk mengenai jenis pemasukan yang dapat dicatat.
Pada sesi berikutnya, Della menyampaikan materi tentang pentingnya menabung dengan metode bercerita. Siswa diajak menyebutkan keinginan mereka, seperti membeli sepeda, memiliki ponsel, atau berlibur. Dari situ, mahasiswa mengarahkan pemahaman bahwa tujuan dapat dicapai melalui kebiasaan menabung sedikit demi sedikit.
Siswa kemudian diminta menuliskan target menabung di buku CATUNG dan dibantu menghitung perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk mencapainya. Program ini juga dilengkapi alat tabungan agar siswa dapat mempraktikkan kebiasaan menabung secara rutin dan memantau perkembangan simpanan mereka.
Pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Wali kelas SDN Sumber Wuluh menilai program ini bermanfaat karena literasi keuangan praktis belum diajarkan secara khusus dalam mata pelajaran di sekolah. Guru kelas juga mengamati adanya perubahan pada cara siswa memandang penggunaan uang, termasuk munculnya pertanyaan terkait perencanaan menabung.
Salah satu siswa, Leo, mengaku senang mengikuti kegiatan ini. Ia mengatakan menjadi lebih memahami bahwa uang jajannya kerap habis untuk jajan yang tidak penting dan berencana menabung untuk membeli buku cerita.
Ketua Kelompok KKN 8, Mukhammad Jerry Vernando Four, menyebut seluruh anggota kelompok terlibat dalam pelaksanaan kegiatan, termasuk mahasiswa dari program studi lain yang membantu menyiapkan alat peraga, mendampingi siswa, dan mendokumentasikan kegiatan.
CATUNG merupakan bagian dari KKN UMG 2026 bertema “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program KKN Berdampak dengan Optimalisasi Potensi Lokal Menuju Desa Mandiri”. Dosen Pembimbing Lapangan, R. Achmad Djazuli, SP., MMA, berharap kebiasaan mengelola keuangan sejak dini dapat memberi manfaat jangka panjang, sehingga anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab secara finansial.

