BERITA TERKINI
Mandiri Institute: Gen Z Dorong Pertumbuhan Belanja, Dipengaruhi Tren Doom Spending

Mandiri Institute: Gen Z Dorong Pertumbuhan Belanja, Dipengaruhi Tren Doom Spending

Mandiri Institute mencatat kontribusi Generasi Z (Gen Z) di Indonesia cukup besar dan menjadi motor utama penggerak pertumbuhan belanja. Kelompok usia ini dinilai mendominasi berbagai kategori pengeluaran, terutama pada belanja yang bersifat pengalaman atau dinikmati secara langsung.

Kepala Mandiri Institute Andre Simangunsong mengatakan, pola belanja Gen Z pada 2025 masih dipengaruhi fenomena doom spending, yakni perilaku belanja impulsif yang dipicu kegelisahan terhadap kondisi ekonomi yang tidak menentu. Menurutnya, dorongan psikologis—termasuk rasa pesimis—membuat sebagian konsumen mencari pelepas stres melalui kepuasan jangka pendek.

“Kita melihat Gen Z ini jadi motor pertumbuhan belanja,” kata Andre dalam acara Mandiri Macro and Market Brief 3Q25 Indonesia Economic Outlook, Kamis (28/8/2025).

Mandiri Institute menilai kecenderungan doom spending itu tercermin dari besarnya proporsi belanja Gen Z pada periode Januari–Juli 2025 di kelompok experience base. Pada kategori ini, porsi belanja terbesar Gen Z tercatat pada restoran, mencapai 23,6% dengan pertumbuhan 2,7 poin dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain restoran, pengeluaran Gen Z untuk kategori olahraga, hobi, dan hiburan tercatat sebesar 11% dengan pertumbuhan sekitar 6,5 poin dibanding periode yang sama tahun lalu.

Jika dibandingkan dengan generasi lain, porsi belanja restoran pada kelompok boomers tercatat 16,6% dengan pertumbuhan 0,9 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, generasi milenial memiliki porsi belanja restoran 20,3% dengan pertumbuhan 1,2 poin. Untuk kategori olahraga, hobi, dan hiburan, porsi belanja milenial tercatat 8,3% dengan pertumbuhan 4,6 poin.

Andre menyebut data tersebut menunjukkan adanya pergeseran preferensi konsumen pada barang dan jasa yang terkait pengalaman. Ia menjelaskan, belanja pengalaman mencakup aktivitas seperti makan di restoran atau dining out, kegiatan rekreasi termasuk perjalanan, hingga pengeluaran untuk penginapan atau hotel.

Dengan pola konsumsi tersebut, pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada kuartal II-2025 tercatat mampu bertahan di level 4,97%, dengan kontribusi terhadap perekonomian tetap yang terbesar, yakni 54,25%.

Sejalan dengan itu, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2025 tercatat tumbuh 5,12% secara tahunan (year on year/yoy), melampaui pertumbuhan kuartal I-2025 yang berada di level 4,87% yoy.