JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mendekati 6% pada 2026. Target tersebut ia sampaikan dalam acara pelantikan Robert Leonard Marbun sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan, menggantikan Heru Pambudi.
Dalam sambutannya, Purbaya menekankan keterbatasan waktu untuk mencapai sasaran tersebut. “Waktu kita, Pak Robert, enggak banyak. Saya janji ke orang-orang, ke masyarakat pertumbuhan ekonomi tahun ini mendekati 6%,” kata Purbaya.
Ia mengakui target itu memiliki konsekuensi terhadap posisinya sebagai Menteri Keuangan. “Kalau akhir tahun enggak tercapai saya dimarahin sama masyarakat, mungkin disuruh mundur,” ujarnya.
Purbaya juga menyinggung adanya evaluasi internal jika target tidak tercapai. Pernyataan itu disampaikan dengan nada bercanda. “Tapi kalau saya sebelum saya mundur saya akan pecat Febrio dulu. Bapak juga, baru saya terakhir,” katanya sambil tertawa, merujuk pada Febrio Kacaribu dan jajaran terkait.
Selain menargetkan pertumbuhan ekonomi, Purbaya menugaskan Robert Leonard Marbun untuk memperkuat komunikasi publik Kementerian Keuangan. Ia menilai informasi mengenai kondisi ekonomi Indonesia belum sepenuhnya terserap utuh oleh masyarakat.
Menurut Purbaya, di tengah tekanan ekonomi global akibat perang dan tensi geopolitik, Indonesia masih mampu menjaga stabilitas. Ia mencontohkan, pemerintah belum perlu memangkas subsidi bahan bakar minyak (BBM), berbeda dengan sejumlah negara lain.
Purbaya menilai kondisi tersebut merupakan kelebihan ekonomi Indonesia, namun belum sepenuhnya diapresiasi publik karena keterbatasan penyampaian informasi. Ia juga menyebut ketahanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih cukup kuat untuk meredam dampak gejolak global.
“Itu belum terpublikasikan dengan baik media kayaknya. Nanti tugas Pak Marbun untuk memastikan itu lebih dipahami masyarakat,” kata Purbaya.