PT MNC Asset Management menyatakan terus mendorong literasi investasi berisiko minim di tengah ketidakpastian ekonomi global. Perusahaan menilai produk reksa dana syariah yang dikelolanya dapat memberikan imbal hasil yang prospektif dengan tingkat kestabilan yang terukur.
Dalam rangka memperluas edukasi, MNC Asset Management menjalin kemitraan dengan Bank Neo Commerce. Melalui sebuah forum literasi investasi yang digelar di Jakarta, perusahaan memberikan pemaparan kepada nasabah bank digital tersebut mengenai proyeksi dan potensi investasi pada reksa dana syariah.
Direktur MNC Asset Management, Dimas Aditya Ariadi, mengatakan salah satu keunggulan reksa dana syariah yang dikelola perseroan adalah kestabilan imbal hasil yang dipantau secara harian. Menurut dia, konsistensi return dari hari ke hari menjadi dasar akumulasi imbal hasil dalam periode yang lebih panjang.
“Imbal hasil bersih reksa dana syariah kami dalam satu tahun terakhir mencapai 7,87 persen,” kata Dimas. Meski demikian, ia mengingatkan investor agar tidak hanya berpatokan pada kinerja historis. “Return masa lalu tidak serta-merta mencerminkan performa di masa depan,” ujarnya.
Dimas menilai kestabilan return reksa dana syariah MNC Asset Management termasuk kompetitif di industri jasa keuangan nasional. Ia menyebut, terdapat produk lain yang menawarkan return tahunan lebih tinggi, namun kerap disertai fluktuasi harian yang besar sehingga dapat menimbulkan kekhawatiran bagi investor yang mengutamakan stabilitas.
Ia juga menyoroti fundamental bisnis perusahaan yang didukung ekosistem terintegrasi MNC Group, termasuk sektor perbankan, sebagai salah satu faktor yang dinilai dapat mendorong potensi imbal hasil. Selain itu, ia menyebut reksa dana syariah bukan produk baru bagi perseroan karena portofolionya telah terbentuk selama bertahun-tahun.
Menurut Dimas, ketahanan bisnis perusahaan disebut telah teruji dalam sejumlah krisis global, mulai dari krisis subprime mortgage pada 2008 hingga pandemi COVID-19 pada awal 2020. Pengelolaan portofolio dilakukan melalui pemilihan efek obligasi syariah dengan peringkat minimal single A dari Pefindo, serta melalui proses skrining finansial sesuai prinsip syariah.
“Kami tidak mengklaim sebagai penyedia return tertinggi di pasar. Namun, fokus utama kami adalah menyajikan return yang stabil dan bertumbuh secara berkelanjutan,” kata Dimas.

