MNC Sekuritas meresmikan kantor cabang baru di Timika, Provinsi Papua. Peresmian dilakukan secara online dan dihadiri jajaran manajemen, yakni Direktur Utama MNC Sekuritas Susy Meilina, Direktur Capital Market MNC Sekuritas Afen, Direktur IT MNC Sekuritas Abdul Latief Yukkas, serta Head of Retail Distribution & Business Development MNC Sekuritas Luqman El Hakiem.
Acara ini juga dihadiri Kepala Cabang MNC Sekuritas Timika Sukma Dermawan, Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Wilayah Papua Kresna Aditya Payokwa, serta perwakilan investor MNC Sekuritas Timika, yaitu Asep Kohar, Sugiri, dan Sugiharso.
Dalam sambutannya, Kresna Aditya Payokwa menyampaikan apresiasi atas pembukaan cabang tersebut. Menurutnya, ekspansi MNC Sekuritas di Timika tidak hanya berkaitan dengan pengembangan bisnis, tetapi juga menjadi upaya memperluas akses dan meningkatkan partisipasi masyarakat Papua dalam investasi pasar modal.
Kresna juga menyampaikan bahwa hingga 31 Januari 2026 jumlah investor pasar modal di Papua tumbuh 35% dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menilai hal itu menunjukkan minat masyarakat Papua terhadap investasi pasar modal terus meningkat secara signifikan. Pernyataan tersebut disampaikan pada Jumat (27/2/2026).
Sementara itu, Susy Meilina mengatakan pembukaan cabang Timika membuat MNC Sekuritas kini memiliki 166 point of sales yang tersebar di Indonesia. Timika disebut sebagai cabang ketiga yang diresmikan pada awal 2026. Selain kantor cabang di Timika, MNC Sekuritas juga memiliki Galeri Investasi di Sorong, Papua Barat.
Susy menjelaskan cabang Timika hadir dengan konsep berbeda karena berlokasi di dalam sebuah kafe. Ia berharap konsep tersebut dapat menjadi ruang yang lebih santai dan inklusif untuk berdiskusi dan belajar, sekaligus mendekatkan generasi muda serta masyarakat luas pada dunia investasi.
Branch Manager MNC Sekuritas Timika Sukma Dermawan menyatakan harapannya agar masyarakat Timika semakin mengenal instrumen investasi, khususnya saham. Dengan meningkatnya pemahaman, masyarakat diharapkan dapat terhindar dari berbagai modus penipuan berkedok investasi. Ia juga menilai peluang keuntungan di pasar modal seharusnya dapat lebih banyak dinikmati masyarakat lokal, bukan hanya investor asing.

