CIREBON – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon menggelar edukasi keuangan melalui Program SICANTIKS (Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan Syariah) dalam rangka Program GERAK Syariah (Gerakan Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah). Kegiatan ini mengundang organisasi perempuan Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Cirebon sebagai peserta, serta menghadirkan Pegadaian Area Cirebon sebagai narasumber dari industri jasa keuangan.
Acara yang berlangsung di Aula Cakrabuana Kantor OJK Cirebon pada Kamis (5/3) itu diikuti jajaran pengurus dan anggota Fatayat NU Kota Cirebon. Hadir pula Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati, Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib, dan Kepala Pegadaian Area Cirebon Naomi Tumiyem.
Program SICANTIKS merupakan salah satu inisiatif edukasi OJK yang ditujukan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah pada kelompok perempuan, khususnya ibu rumah tangga, yang dinilai memiliki peran strategis dalam pengelolaan keuangan keluarga.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati menyampaikan apresiasi kepada Fatayat NU atas inisiatif kegiatan tersebut. Ia menilai edukasi keuangan relevan dengan tantangan saat ini, terutama untuk mendukung GERAK Syariah yang bertujuan membumikan ekonomi syariah yang transparan, adil, dan membawa kemaslahatan bagi masyarakat di Kota Cirebon.
Menurut Siti Farida, perempuan memegang peran penting sebagai pengelola utama keuangan rumah tangga. Namun, ia mengingatkan adanya berbagai godaan dan ancaman finansial yang kini dapat masuk hingga ruang privat melalui ponsel pintar.
Ia juga menyoroti maraknya pinjaman online (pinjol) ilegal yang dinilai mengancam keamanan finansial warga. Meski prosesnya terlihat mudah, ia mengingatkan risiko bunga tinggi serta pola penagihan yang dapat mengganggu ketenangan hidup. Selain itu, ia menyebut investasi bodong yang mengatasnamakan label syariah sebagai perhatian serius pemerintah daerah.
Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib mengatakan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya OJK mendorong perempuan agar semakin memahami pengelolaan keuangan yang sehat, bijak, dan sesuai prinsip syariah. Ia menegaskan komitmen OJK untuk memperluas jangkauan literasi dan inklusi keuangan melalui program edukasi yang terarah, termasuk kepada kelompok perempuan.
“Perempuan memiliki peran strategis sebagai pengelola keuangan keluarga. Oleh karena itu, melalui Program SICANTIKS dalam rangka GERAK Syariah, OJK mendorong peningkatan pemahaman perempuan mengenai pengelolaan keuangan yang bijak serta pemanfaatan layanan keuangan yang aman, legal, dan sesuai prinsip syariah,” kata Agus.
Materi edukasi disampaikan oleh Fidda Yani, Manajer Kantor OJK Cirebon, dengan tema pengelolaan keuangan keluarga secara efektif. Dalam pemaparannya, peserta diajak memahami penyusunan perencanaan keuangan keluarga, pencatatan arus kas rumah tangga, pembedaan kebutuhan dan keinginan, penyiapan dana darurat, serta pengenalan produk dan layanan jasa keuangan yang legal dan diawasi OJK.
Fidda menekankan peran perempuan tidak hanya sebagai pengelola keuangan keluarga, tetapi juga sebagai madrasah pertama bagi anak-anak dalam menanamkan kebiasaan finansial yang bijak. Ia menyebut langkah sederhana namun konsisten, seperti mencatat pemasukan dan pengeluaran serta menetapkan prioritas kebutuhan, dapat membantu membangun kebiasaan finansial yang sehat di keluarga.
Sementara itu, Ketua PC Fatayat NU Kota Cirebon Nur Akhadah menyambut dukungan Pemerintah Kota Cirebon dalam kegiatan tersebut. Ia menilai perempuan sebagai “Menteri Keuangan” keluarga perlu memiliki pengetahuan yang memadai agar mampu menyusun dan menjalankan strategi keuangan rumah tangga secara bijak dan tepat sasaran.

