BERITA TERKINI
OJK: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Tengah Ketidakpastian Global

OJK: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Tengah Ketidakpastian Global

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai ketidakpastian global masih tinggi dan berpotensi berdampak ke Indonesia. Dalam situasi tersebut, OJK menekankan perlunya upaya bersama untuk meminimalkan risiko terhadap pertumbuhan ekonomi.

Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan dinamika sektor jasa keuangan Indonesia tidak terlepas dari perkembangan ekonomi global dan domestik. Ia menyebut risiko global terus meningkat seiring berlanjutnya fragmentasi geopolitik dan geoekonomi, serta meningkatnya perhatian pelaku pasar terhadap potensi terbentuknya gelembung harga aset (asset price bubble) pada sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence).

Menurutnya, kondisi tersebut dapat mendorong volatilitas pasar keuangan global, memperpanjang fase kebijakan moneter ketat, dan menekan prospek pertumbuhan ekonomi dunia ke level di bawah rata-rata historis jangka panjang.

Meski demikian, Friderica menyatakan kinerja perekonomian Indonesia tetap terjaga dan menunjukkan ketahanan yang solid. Pertumbuhan ekonomi nasional disebut konsisten berada di kisaran 5%.

Sepanjang 2025, perekonomian domestik tumbuh 5,11% secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan dua tahun sebelumnya. Pada kuartal IV/2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat 5,39% year on year, yang disebut sebagai salah satu yang tertinggi di antara negara anggota G20.

Sejalan dengan itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sektor jasa keuangan tumbuh 7,92% secara tahunan pada periode yang sama, menjadi laju pertumbuhan tertinggi sejak kuartal II/2021. Capaian ini didorong oleh kinerja intermediasi keuangan yang tetap ekspansif.

Friderica menyebut kondisi tersebut tercermin dari pertumbuhan kredit, serta membaiknya kinerja sektor asuransi dan dana pensiun yang kembali tumbuh positif setelah mengalami kontraksi dalam dua tahun sebelumnya.

Di sisi lain, OJK juga mencatat kontribusi sektor keuangan terhadap perekonomian nasional terus meningkat. Hal itu terlihat dari rasio aset dan produk keuangan Indonesia yang telah mencapai 184% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Friderica menambahkan, perkembangan tersebut sejalan dengan meningkatnya peran pasar modal dalam pembiayaan perekonomian nasional, serta makin luasnya diversifikasi produk keuangan yang tersedia bagi masyarakat dan pelaku usaha.