Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Forum Wartawan Ekonomi dan Bisnis NTB (FWE NTB) menggelar edukasi industri jasa keuangan di Pondok Pesantren Yatim dan Dhuafa Nurul Hikmah Langko, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Kamis sore (12/3/2026). Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya santri, dalam menggunakan layanan keuangan secara aman, produktif, dan bertanggung jawab.
Kepala OJK NTB Rudi Sulistyo menilai keterlibatan pesantren dalam program literasi keuangan bersifat strategis. Menurutnya, lembaga pendidikan berbasis keagamaan memiliki komunitas besar sekaligus aktivitas ekonomi yang terus berkembang, sehingga berpotensi mendukung pengembangan ekonomi masyarakat.
“Kolaborasi dengan pondok pesantren menjadi salah satu upaya kami dalam memperluas ekosistem literasi dan inklusi keuangan di masyarakat,” kata Rudi.
Rudi menjelaskan, OJK tengah mengembangkan program penguatan ekosistem keuangan bernama Ekosistem Pondok Pesantren Inklusif Keuangan Syariah (EPIKS). Program yang sebelumnya difokuskan pada ekosistem pesantren itu kini diperluas agar pesantren dapat menjadi pusat penggerak aktivitas keuangan masyarakat sehari-hari.
Melalui EPIKS, OJK berupaya membangun sistem keuangan yang lebih inklusif dengan melibatkan berbagai komunitas, termasuk pesantren yang memiliki aktivitas ekonomi cukup aktif. Program tersebut telah dijalankan di sejumlah wilayah dan akan terus diperluas agar semakin banyak masyarakat memperoleh edukasi keuangan.
Dalam kegiatan di Ponpes Nurul Hikmah Langko, peserta menerima materi literasi keuangan yang disertai praktik langsung. Materi mencakup pemahaman produk perbankan, layanan keuangan digital, serta peluang usaha melalui agen layanan keuangan di masyarakat.
“Santri diperkenalkan dengan berbagai produk keuangan serta peluang usaha seperti membuka agen layanan keuangan atau agen perdagangan yang bisa menjadi sumber pendapatan tambahan,” ujar Rudi.
Edukasi juga menekankan kewaspadaan terhadap risiko keuangan, termasuk investasi ilegal dan pinjaman online yang tidak terdaftar. OJK mendorong remaja agar menggunakan layanan keuangan digital secara bijak agar tidak terjebak investasi bodong maupun pinjaman online ilegal.
Sementara itu, pimpinan Pondok Pesantren Yatim dan Dhuafa Nurul Hikmah Langko, TGH Azhar Rasyidi, menyambut baik program tersebut. Ia menilai kegiatan ini membuka peluang bagi pesantren untuk lebih aktif mengembangkan potensi ekonomi di lingkungan pendidikan.
Azhar mengatakan pesantren memiliki aktivitas ekonomi yang cukup besar dengan perputaran dana setiap hari melalui kegiatan pendidikan maupun usaha santri. “Program ini sangat baik karena pesantren juga memiliki aktivitas ekonomi yang cukup besar dan membutuhkan pengelolaan yang lebih baik,” ujarnya.
Ia berharap pendampingan dan edukasi dari OJK dapat membantu pesantren meningkatkan kemampuan pengelolaan keuangan sekaligus mendorong tumbuhnya kewirausahaan di kalangan santri. Dengan literasi keuangan yang berkelanjutan, Azhar optimistis pesantren dapat mencetak generasi yang kuat dalam pendidikan agama sekaligus memiliki kemampuan finansial yang baik dan berkontribusi bagi penguatan ekonomi masyarakat.

