BERITA TERKINI
OJK Yakin Sektor Jasa Keuangan Tetap Tumbuh pada 2026, Fokus pada UMKM dan Pendalaman Pasar

OJK Yakin Sektor Jasa Keuangan Tetap Tumbuh pada 2026, Fokus pada UMKM dan Pendalaman Pasar

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan optimistis sektor jasa keuangan Indonesia akan tetap tumbuh positif sepanjang 2026, meski dihadapkan pada ketidakpastian global. OJK menilai ketahanan permodalan, likuiditas yang memadai, serta risiko yang terkendali menjadi fondasi utama untuk menjaga stabilitas industri keuangan nasional.

Pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi (Kiki), mengatakan OJK terus memantau dinamika ekonomi agar kebijakan yang ditempuh tetap relevan dengan kondisi terkini. OJK juga menyiapkan strategi untuk mengantisipasi potensi tekanan global yang sulit diprediksi.

Menurut Kiki, kondisi sektor jasa keuangan saat ini masih solid dan dinilai mampu menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Stabilitas tersebut dipandang penting agar industri keuangan tetap berkontribusi di tengah perlambatan ekonomi global.

Untuk 2026, OJK menetapkan tiga pilar kebijakan utama, yakni memperkuat ketahanan sektor jasa keuangan, mengembangkan ekosistem keuangan yang produktif, serta memperdalam pasar keuangan sekaligus mendorong keuangan berkelanjutan.

Di sisi pembiayaan, OJK berencana memperluas akses bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dukungan ini mencakup kemudahan kredit serta pendampingan agar UMKM dapat tumbuh dan meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian nasional.

OJK juga mendorong sektor jasa keuangan untuk mendukung program prioritas pemerintah, termasuk penguatan koperasi desa Merah Putih, program Makan Bergizi Gratis (MBG), pengembangan sistem kesehatan nasional, hingga pengembangan ekosistem bulion dan instrumen berbasis emas.

Selain itu, untuk wilayah terdampak bencana di Sumatera, OJK menetapkan kebijakan khusus berupa relaksasi kredit bagi debitur selama tiga tahun ke depan. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu pemulihan ekonomi daerah sekaligus menjaga stabilitas sektor keuangan.

OJK turut menekankan pentingnya peningkatan peran investor institusional, serta penguatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Langkah ini dipandang penting untuk meningkatkan kesehatan keuangan rumah tangga sekaligus memperdalam pasar domestik.

Dalam agenda keuangan berkelanjutan, OJK menegaskan komitmennya mendukung target net zero emisi. Sektor keuangan diharapkan menjadi penggerak pembiayaan transisi energi dan pembangunan hijau.