Industri fintech lending terus mencatat pertumbuhan dan kian menegaskan perannya dalam mendorong inklusi keuangan. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan outstanding pinjaman fintech lending mencapai Rp98,54 triliun per Januari 2026, atau tumbuh 25,52% secara tahunan (yoy). Tren ini mencerminkan pergeseran masyarakat ke pembiayaan digital yang dinilai cepat, adaptif, dan semakin dipercaya.
Di tengah laju pertumbuhan tersebut, pelaku industri disebut tidak lagi hanya berfokus pada ekspansi, tetapi juga memperkuat fondasi bisnis, terutama dari sisi manajemen risiko dan kualitas kredit. PT Julo Teknologi Finansial (Julo) menyatakan menyiapkan sejumlah strategi agar pertumbuhan perusahaan tetap sehat dan berkelanjutan sepanjang 2026.
Presiden Direktur Julo, Harri Suhendra, menilai ruang pertumbuhan fintech lending masih terbuka lebar. Namun, ia menekankan pentingnya kualitas kredit sebagai faktor penentu ke depan. “Ke depan kualitas kredit akan menjadi faktor penentu, sehingga perusahaan terus menyempurnakan proses underwriting guna memastikan penyaluran kredit yang tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujar Harri dalam keterangan tertulis, Jumat (27/3/2026).
Julo melaporkan tingkat keberhasilan bayar dalam 90 hari (TKB90) sebesar 99% pada Januari 2026. Perusahaan juga menyampaikan konsistensi pelaporan kinerja ke Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) sebagai bagian dari komitmen transparansi dan tata kelola.
Dalam pengembangan layanan, Julo menyatakan terus memperluas jangkauan sebagai platform kredit digital. Hingga 2025, aplikasi Julo telah diunduh lebih dari 25,6 juta kali, yang disebut mencerminkan tingginya adopsi masyarakat terhadap pembiayaan digital.
Di sisi lain, perusahaan menyebut tetap mengedepankan literasi keuangan serta program promo untuk mendorong penggunaan kredit yang bertanggung jawab. Pendekatan ini diklaim menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas, sekaligus memperkuat ekosistem pembiayaan digital yang sehat.
Sebagai fintech yang berizin dan diawasi OJK, Julo menyatakan telah melayani lebih dari 3,29 juta pengguna di seluruh Indonesia. Perusahaan juga mencatat lebih dari 25% penyaluran kredit berada di luar Pulau Jawa.
Total pembiayaan yang disalurkan Julo disebut telah melampaui Rp27 triliun untuk berbagai kebutuhan. Produk kredit yang ditawarkan mencakup limit hingga Rp50 juta, tenor fleksibel sampai 12 bulan, serta bunga yang dinyatakan kompetitif sesuai regulasi.
Salah satu pengguna, Andri S., mengaku telah menggunakan layanan Julo sejak 2020. Ia menuturkan memanfaatkan limit kredit saat memulai usaha kecil, antara lain untuk mencari pemasok pakaian, membeli domain, dan membuat kemasan produk yang lebih menarik.