Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung mencatat tren positif pada awal 2026. Pemerintah Kota Bandung melaporkan PAD meningkat lebih dari 15 persen dibanding periode sebelumnya.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan, kenaikan tersebut terutama ditopang oleh sektor restoran yang dinilai semakin patuh dalam membayar pajak. Ia mengapresiasi pelaku usaha kuliner yang berkontribusi terhadap penerimaan daerah.
Menurut Farhan, meningkatnya kepatuhan pajak restoran menjadi salah satu indikator membaiknya kesadaran pelaku usaha terhadap kewajiban fiskal. Kondisi ini, kata dia, memberikan ruang lebih luas bagi pemerintah untuk membiayai program pembangunan serta layanan publik.
Di sisi lain, tingkat hunian hotel secara umum disebut mengalami penurunan. Meski begitu, penerimaan pajak hotel tetap meningkat, yang dikaitkan dengan kenaikan tarif kamar serta dominasi hotel berbintang yang memiliki okupansi lebih stabil.
Farhan menambahkan, hotel non-bintang masih menghadapi tekanan okupansi. Pemerintah juga tidak menutup kemungkinan masih ada pelaku usaha yang belum optimal dalam pelaporan pajak. Karena itu, Pemkot Bandung berencana menyiapkan pembinaan khusus untuk sektor tersebut.
Program pembinaan itu antara lain mencakup dukungan pengelolaan sampah dan air limbah secara mandiri. Langkah ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat kepatuhan administrasi.
Farhan menegaskan, peningkatan PAD menjadi fondasi penting bagi pembangunan kota, terutama untuk penguatan infrastruktur dan pelayanan masyarakat. Pemerintah, menurutnya, berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha dan kepatuhan terhadap aturan.
Dengan kondisi fiskal yang dinilai sehat, Pemkot Bandung menyatakan optimistis ruang pembangunan dapat semakin luas tanpa membebani masyarakat. Farhan berharap sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha dapat terus menjaga stabilitas ekonomi Kota Bandung.

