PT Pegadaian mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mulai berinvestasi melalui emas digital yang kini kian mudah diakses. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Gathering & Talkshow bertajuk “Cerdas Investasi Finansial Pasti” yang digelar di Jakarta, Rabu (5/2/2026).
Direktur Teknologi dan Digital PT Pegadaian, Yos Imam Jaya Dappu, menyatakan emas masih menjadi instrumen investasi yang relevan dari masa ke masa. Namun, perkembangan teknologi membuat cara berinvestasi emas semakin praktis karena dapat dilakukan lewat layanan digital yang bisa diakses langsung dari ponsel.
Yos menjelaskan, kebiasaan generasi muda yang lekat dengan aplikasi digital menjadi salah satu alasan Pegadaian menghadirkan layanan investasi emas berbasis aplikasi. Menurut dia, pendekatan tersebut membuat investasi emas lebih mudah, cepat, dan dapat dilakukan kapan saja.
“Anak muda sekarang terbiasa dengan sesuatu yang bisa diakses dari ponsel. Karena itu emas juga harus relevan dengan cara tersebut, salah satunya melalui aplikasi,” ujar Yos dalam sambutannya.
Ia menambahkan, layanan digital Pegadaian memungkinkan masyarakat memulai investasi emas dengan nominal kecil. Investasi dapat dimulai dari Rp10 ribu, sehingga dinilai memberi kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk menabung emas sejak dini.
Dari sisi keamanan, Pegadaian menyebut setiap pembelian emas digital memiliki jaminan fisik yang setara dengan jumlah emas yang dibeli. Dengan sistem tersebut, emas milik nasabah tetap tersedia secara fisik dan disimpan dengan aman.
Dalam kesempatan yang sama, Pegadaian juga memperkenalkan proses investasi emas digital yang dapat dilakukan hanya dalam beberapa menit melalui aplikasi. Setelah mengunduh aplikasi dan mendaftar akun, pengguna dapat langsung membeli emas sesuai nominal dana yang dimiliki.
Financial Planner, Melvin Mumpuni, menilai kemudahan ini dapat membantu masyarakat membangun kebiasaan investasi secara bertahap. Ia menekankan pentingnya mengatur keuangan dengan memprioritaskan tabungan dan investasi sebelum mengalokasikan penghasilan untuk kebutuhan lain.
“Jangan sampai semakin besar penghasilan, justru pengeluarannya makin besar dan investasinya makin kecil. Kalau begitu, bagaimana kita bisa menjadi kaya,” kata Melvin.
Sementara itu, Senior Executive Vice President Marketing PT Rintis Sejahtera, Robby Sutisna, menilai digitalisasi investasi emas membuka peluang bagi masyarakat untuk mulai berinvestasi tanpa harus datang langsung ke toko emas. Menurutnya, transformasi digital ini dapat memperluas akses investasi, terutama bagi generasi muda yang terbiasa bertransaksi secara daring.
Melalui kegiatan tersebut, Pegadaian berharap semakin banyak masyarakat memahami pentingnya literasi keuangan dan memanfaatkan investasi emas digital sebagai salah satu cara mengelola keuangan secara lebih bijak di masa depan.

