BERITA TERKINI
Pelatihan AI di Pontianak Dorong UMKM dan Disabilitas Perluas Akses Ekonomi Digital

Pelatihan AI di Pontianak Dorong UMKM dan Disabilitas Perluas Akses Ekonomi Digital

Transformasi digital di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memasuki tahap baru seiring pemanfaatan kecerdasan buatan (AI). Melalui diskusi publik dan pelatihan bertajuk “Membangun Kapasitas Digital yang Inklusif”, Microsoft Elevate Indonesia bersama Alunjiva Indonesia berupaya memangkas kesenjangan teknologi dengan memperkuat kapasitas pelaku UMKM dan komunitas penyandang disabilitas dalam mengadopsi AI secara produktif dan bertanggung jawab.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pontianak, Syamsul Akbar, menekankan bahwa kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor kunci di tengah percepatan teknologi. “Transformasi digital bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga kesiapan masyarakat dalam memahami dan memanfaatkan teknologi secara produktif,” ujarnya saat membuka acara mewakili Wali Kota Pontianak, dikutip Senin (16/2/2026).

Dalam sesi teknis, peserta diperkenalkan pada Copilot, asisten cerdas berbasis AI dari Microsoft. Fitur ini dirancang untuk membantu UMKM mengelola pekerjaan administratif, membuat konten pemasaran, serta mempercepat pengambilan keputusan bisnis.

Microsoft Elevate Certified Educator, Pratiwi Hamdhana, memandu peserta untuk memandang AI sebagai alat bantu yang dapat meningkatkan efisiensi operasional usaha kecil, bukan sebagai ancaman.

Aspek inklusivitas menjadi salah satu fokus utama dalam pelatihan tersebut. Co-Founder Alunjiva Indonesia, Fany Efrita, menilai kelompok perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas kerap tertinggal dalam adopsi teknologi tingkat lanjut. Menurutnya, pelatihan ini menempatkan AI sebagai sarana untuk memperluas akses ekonomi digital melalui keterampilan praktis yang dapat meningkatkan produktivitas usaha dan mendukung pembelajaran mandiri.

Dari kalangan penyandang disabilitas, Figo, peserta dari komunitas Tuli, menyampaikan bahwa AI dapat menciptakan kesempatan yang lebih setara dalam dunia kerja dan bisnis. Ia menilai teknologi ini memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan kapasitas secara berkelanjutan dengan hambatan komunikasi yang lebih kecil.

Diskusi tersebut juga menyoroti pentingnya dukungan ekosistem agar adopsi AI di tingkat daerah berjalan efektif. Narasumber dari Komisi Informasi Kalimantan Barat dan Dinas Sosial Kota Pontianak sepakat bahwa kolaborasi antara perusahaan teknologi, pemerintah, dan organisasi masyarakat sipil diperlukan untuk memastikan transisi menuju ekonomi berbasis AI berlangsung transparan, inklusif, dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi lokal.

Dalam kegiatan yang memberdayakan lebih dari 200 peserta di Pontianak ini, Microsoft dan Alunjiva menyatakan inisiatif tersebut diharapkan dapat menjadi cetak biru digitalisasi UMKM bagi kota-kota lain di Indonesia.