Jakarta — Perang di Timur Tengah antara Iran dan Israel-Amerika Serikat (AS) disebut berdampak luas terhadap perekonomian global. Konflik tersebut mengganggu arus logistik dan mendorong kenaikan harga minyak, sehingga sejumlah negara mulai merasakan tekanan di sektor energi.
Di kawasan Asia Tenggara, Filipina dilaporkan telah mengumumkan status darurat energi nasional. Sementara itu, Singapura, Malaysia, dan Vietnam disebut mengalami kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Menanggapi situasi tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai persoalan utama dalam kondisi darurat energi bukan semata-mata terkait Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), melainkan pada keberlanjutan pasokan. Ia meminta Indonesia tetap bersiap apabila kondisi berlarut-larut.
“Darurat energi itu bukan di APBN. Darurat energi adalah kalau misalnya suplainya berhenti, itu yang saya takut. Bukan harganya, (tetapi) suplainya nggak ada, ini kan masih ada suplainya. Jadi kalau dibilang darurat, enggak, tetapi kita mesti siap-siap terus ke depan,” kata Purbaya di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (25/3/2026).
Purbaya menyatakan APBN masih mampu menahan kenaikan harga energi dan belum ada rencana perubahan hingga akhir tahun. Namun, ia menegaskan keputusan akhir tetap berada di tangan Presiden Prabowo Subianto.
“Saya nggak akan ubah APBN atau subsidi yang ada sampai titik yang mungkin nanti harganya tinggi sekali. Pada saat sekarang, sampai akhir tahun dengan harga sekarang, kita masih tahan APBN, tergantung keputusan pimpinan nantinya, tetapi saya tawarkan, aman,” ujarnya.
Ia juga menilai masih terlalu dini untuk mengubah asumsi harga minyak maupun skema subsidi energi dalam APBN. Menurutnya, pemerintah akan menghitung kembali apabila kenaikan harga benar-benar tinggi, dengan mempertimbangkan rata-rata pergerakan harga.
“Nanti kalau naiknya (tinggi) baru kita hitung lagi berapa. Jadi nggak otomatis tiba-tiba jadi US$ 100, kan kita hitung rata-rata,” imbuh Purbaya.
Perkembangan ekonomi Indonesia terkini dijadwalkan dibahas dalam acara Outlook Ekonomi: Peran Penggerak Ekonomi Nasional yang digelar detikcom. Forum ini mempertemukan regulator, legislator, pemerintah, pelaku pasar, dan pemangku kepentingan ekonomi untuk berdialog mengenai strategi penguatan fiskal, stabilitas sistem keuangan, percepatan investasi, serta pengembangan sektor penggerak pertumbuhan nasional pada 2026.
Acara tersebut akan berlangsung di Menara Bank Mega, Jalan Kapten Tendean Kav. 12-14 A, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Selasa, 7 April 2026. Sejumlah pembicara yang dijadwalkan hadir antara lain Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun, CIO Danantara Pandu Sjahrir, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, serta Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu.