BERITA TERKINI
Pendanaan InsurTech Global Naik Hampir 20% pada 2025, Didominasi Perusahaan Berbasis AI

Pendanaan InsurTech Global Naik Hampir 20% pada 2025, Didominasi Perusahaan Berbasis AI

Laporan terbaru Gallagher Re mencatat total pendanaan sektor teknologi asuransi (InsurTech) di pasar global mencapai 5,08 miliar dolar AS sepanjang 2025. Nilai tersebut menunjukkan kenaikan hampir 20% dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

Peningkatan paling tajam terjadi pada kuartal keempat 2025, ketika investasi mencapai 1,68 miliar dolar AS. Angka ini tumbuh 66,8% dibandingkan kuartal sebelumnya, sekaligus menjadi level pendanaan tertinggi bagi industri InsurTech sejak kuartal ketiga 2022.

Aliran dana pada 2025 didominasi perusahaan InsurTech berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Sepanjang tahun, segmen ini menghimpun 3,35 miliar dolar AS atau sekitar 66% dari total pendanaan global melalui 227 transaksi. Pada kuartal terakhir 2025 saja, perusahaan InsurTech berbasis AI meraih 1,31 miliar dolar AS dari 66 kesepakatan.

Kenaikan pendanaan tahunan juga dipengaruhi meningkatnya jumlah transaksi bernilai besar atau mega round, yaitu pendanaan di atas 100 juta dolar AS per transaksi. Jumlah mega round naik dari enam transaksi pada 2024 menjadi 11 transaksi pada 2025, dengan total nilai 1,43 miliar dolar AS.

Di luar investasi modal ventura, perusahaan asuransi dan reasuransi konvensional juga tercatat semakin aktif memperluas investasi teknologi. Gallagher Re mencatat terdapat 162 investasi yang dilakukan perusahaan asuransi dan reasuransi ke dalam ekosistem InsurTech sepanjang 2025, yang disebut sebagai angka tertinggi selama periode pencatatan. Kondisi ini dinilai mencerminkan percepatan adopsi teknologi dan transformasi digital di industri asuransi global.

Gallagher Re menekankan bahwa angka dan statistik dalam laporan dapat berubah seiring audit laporan keuangan terbaru, revisi data dari penyedia riset, atau fluktuasi nilai tukar mata uang yang digunakan dalam perhitungan investasi global. Laporan tersebut menggambarkan kondisi pasar pada saat data dirilis dan bukan merupakan rekomendasi investasi.