Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) DPD Sulawesi Utara dan Gorontalo menggencarkan literasi keuangan bagi siswa di Sulawesi Utara. Program ini ditujukan untuk memperkuat pemahaman generasi muda tentang industri jasa keuangan sejak dini, sekaligus mencegah mereka terjerat investasi bodong dan pinjaman ilegal.
Upaya tersebut dilakukan melalui pemanfaatan Sarana Informasi Mobil Literasi dan Edukasi Keuangan (Simolek) milik Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sekretaris DPD Perbarindo Sulut dan Gorontalo, Vecky Palit, menjelaskan Simolek secara rutin berkeliling ke berbagai sekolah, termasuk di wilayah pelosok, untuk menyampaikan edukasi finansial yang mudah dipahami.
Menurut Perbarindo, penguatan literasi keuangan diperlukan agar siswa mengenal produk dan layanan keuangan secara lebih komprehensif. Dengan pemahaman itu, mereka diharapkan lebih waspada terhadap tawaran investasi dengan imbal hasil tidak realistis maupun praktik pinjaman ilegal yang kian marak dan merugikan masyarakat.
Selain penyampaian materi edukasi, Simolek juga menyediakan layanan pengecekan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) atau OJK Checking secara gratis. Layanan ini disebut penting untuk membantu masyarakat mengetahui rekam jejak kredit dan memahami risiko yang dapat muncul dalam pengambilan keputusan keuangan.
Perbarindo menilai ketersediaan pengecekan SLIK dapat menjadi langkah pencegahan terhadap penipuan keuangan, termasuk investasi bodong. Dengan akses informasi yang lebih transparan, siswa diharapkan terbiasa bersikap cermat dan berhati-hati dalam menentukan pilihan finansial di masa depan.
Khusus selama Ramadhan 1447 H, Perbarindo bersama tim Simolek memfokuskan kegiatan di sekolah-sekolah di Kota Kotamobagu. Vecky Palit menyebut pemilihan wilayah itu mempertimbangkan faktor geografis, karena jaraknya cukup jauh dari Manado, sehingga edukasi tidak hanya terpusat di ibu kota provinsi.
Materi sosialisasi mencakup pengelolaan uang yang bijak, pengenalan produk jasa keuangan, serta cara mengidentifikasi dan menghindari pinjaman ilegal dan investasi bodong. Perbarindo berharap edukasi tersebut dapat membentuk kebiasaan finansial yang sehat dan bertanggung jawab di kalangan pelajar.

