BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek mencatat jumlah peserta aktif sebanyak 39,7 juta orang per April 2025. Angka ini menurun dibandingkan posisi Maret 2025 yang tercatat 40,2 juta orang, serta Desember 2024 yang mencapai 45,22 juta orang.
Penjabat Sementara Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Abdur Rahman Irsyadi, menjelaskan penurunan peserta aktif dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya berkaitan dengan fenomena pemutusan hubungan kerja (PHK).
Selain itu, penurunan juga dipicu oleh peserta yang telah mencapai usia pensiun. Abdur menambahkan, faktor lain berasal dari peserta non-Aparatur Sipil Negara (ASN) yang proses penganggarannya membuat pembayaran kepesertaan tidak selalu dilakukan setiap bulan, melainkan bisa setahun sekali atau setiap enam bulan.
Pernyataan tersebut disampaikan Abdur dalam Rapat Dengar Pendapat dengan DPR RI pada Selasa (20/5).
Komposisi peserta aktif per April 2025
Penerima Upah (PU): 25,43 juta orang
Bukan Penerima Upah (BPU): 8,99 juta orang
Jasa Konstruksi (Jakon): 4,64 juta orang
Pekerja Migran Indonesia (PMI): 0,64 juta orang
BPJS Ketenagakerjaan sebelumnya menargetkan total tenaga kerja atau peserta yang terdaftar dapat mencapai 54 juta orang pada 2025. Untuk mengejar target tersebut, BPJS Ketenagakerjaan akan fokus menyasar pekerja informal atau BPU, seperti petani, nelayan, hingga pengemudi ojek online.

