BERITA TERKINI
Pialang Asuransi Perkuat Peran Penasihat Risiko di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

Pialang Asuransi Perkuat Peran Penasihat Risiko di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, industri pialang asuransi dituntut beradaptasi agar tetap menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus membantu klien mengelola risiko. Peran pialang dinilai kian krusial karena kebutuhan perusahaan terhadap pendampingan yang lebih strategis terus meningkat.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (APPARINDO) Yulius Bhayangkara menegaskan bahwa pialang asuransi kini tidak lagi sekadar berfungsi sebagai perantara, melainkan berkembang menjadi penasihat risiko bagi klien. “Dalam kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, peran pialang asuransi semakin penting sebagai risk advisor bagi klien,” ujarnya kepada Media Asuransi beberapa waktu lalu, dikutip Selasa, 31 Maret 2026.

Menurut Yulius, salah satu strategi utama yang dijalankan pialang adalah memperkuat fungsi advisory dan risk consulting. Pialang tidak hanya berfokus pada penjualan polis, tetapi juga mendampingi klien dalam memetakan risiko, menyusun strategi pembiayaan risiko, hingga mengoptimalkan program asuransi yang telah dimiliki. “Pialang tidak hanya menjual polis, tetapi membantu klien melakukan risk mapping, risk financing strategy, dan optimalisasi program asuransi,” katanya.

Selain penguatan layanan konsultatif, industri pialang juga mendorong diversifikasi sektor untuk memperluas peluang bisnis. Sejumlah sektor seperti energi, infrastruktur, logistik, ekonomi digital, hingga manufaktur disebut menjadi fokus ekspansi guna menjaga stabilitas pertumbuhan di tengah tekanan ekonomi global.

Di sisi lain, inovasi solusi proteksi turut menjadi perhatian. Pialang mulai mengembangkan produk dan layanan yang dinilai lebih relevan dengan risiko modern, termasuk ancaman siber, gangguan rantai pasok, serta risiko yang berkaitan dengan perubahan iklim. “Industri juga mulai mengembangkan solusi yang lebih relevan dengan risiko modern seperti cyber risk, supply chain disruption, dan climate related risk,” ujar Yulius.

Yulius juga mengimbau agar pialang asuransi semakin memperkuat kolaborasi dengan mitra global, mengingat banyak risiko saat ini tidak lagi terbatas di dalam negeri.