BERITA TERKINI
Prabowo dan Trump Teken Perjanjian Perdagangan Timbal Balik di Washington

Prabowo dan Trump Teken Perjanjian Perdagangan Timbal Balik di Washington

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perjanjian perdagangan di Washington, D.C., Kamis (19/2/2026). Penandatanganan ini disebut menandai babak baru kemitraan strategis Indonesia–Amerika Serikat, dengan fokus pada penguatan kerja sama ekonomi kedua negara.

Dalam keterangan tertulis Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang diterima di Jakarta, Sabtu (21/2/2026), perjanjian tersebut disebut sebagai Perjanjian Perdagangan Timbal Balik yang dirancang untuk meningkatkan kemitraan ekonomi yang saling menguntungkan antara Indonesia dan Amerika Serikat.

“Perjanjian Bersejarah antara Amerika Serikat dan Republik Indonesia ini berisi tentang Perjanjian Perdagangan Timbal Balik. Kedua pemimpin menyampaikan kepuasan atas langkah-langkah cepat dan berkelanjutan yang telah dilakukan oleh kedua negara, serta menegaskan komitmen kuat untuk mengimplementasikan kesepakatan besar tersebut,” ujar Teddy dalam keterangannya.

Menurut keterangan itu, Prabowo dan Trump berharap implementasi perjanjian dapat memperkuat keamanan ekonomi, mendorong pertumbuhan nasional di masing-masing negara, serta memberi kontribusi positif bagi stabilitas dan kemakmuran ekonomi global.

“Perjanjian ini akan memperkuat keamanan ekonomi, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta secara berkelanjutan berkontribusi terhadap kemakmuran global,” tulis Sekretaris Kabinet.

Kedua kepala negara juga menginstruksikan para menteri dan pejabat terkait dari masing-masing negara untuk segera mengambil langkah konkret agar pelaksanaan perjanjian berjalan efektif dan tepat waktu.

“Presiden Trump dan Presiden Prabowo menginstruksikan para menteri dan pejabat terkait untuk mengambil langkah-langkah lanjutan guna membuka era keemasan baru bagi kemitraan strategis Amerika Serikat–Indonesia,” imbuh Teddy.

Perjanjian perdagangan timbal balik ini disebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan dan kedalaman kerja sama strategis Indonesia dan Amerika Serikat, sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra penting Washington di kawasan Indo-Pasifik.