Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kepastian hukum, tata kelola yang baik, serta penguatan sistem ekonomi nasional di hadapan para pemimpin perusahaan investasi global. Penekanan tersebut disebut mendapat apresiasi luas dari kalangan investor.
Menurut keterangan yang dikutip dari laman Sekretariat Negara, pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam pertemuan strategis di Washington DC, Amerika Serikat, pada Jumat.
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Pandu Sjahrir, mengatakan komitmen Presiden dalam menciptakan kepastian regulasi membuka optimisme baru bagi investor yang ingin menanamkan modal di Indonesia. Ia menilai kehadiran langsung kepala negara menjadi sinyal keseriusan pemerintah dalam membangun kemitraan internasional.
“Tadi mungkin banyak tambahan interest dari para investor untuk berinvestasi dan berkolaborasi di Indonesia maupun luar negeri,” ujar Pandu dalam keterangan yang diterima di Jakarta.
Pandu menambahkan, para investor mengapresiasi penekanan Presiden terhadap penguatan sistem hukum yang dinilai menjadi fondasi penting bagi investasi jangka panjang. “Banyak bahasa-bahasa seperti confidence building yang tadi disampaikan, dan mereka sangat apresiasi bahasa yang Pak Presiden tekankan mengenai penguatan legal system dan kepastian hukum,” katanya.
Ia juga menyebut pembentukan Danantara yang diinisiasi Presiden dipandang sebagai peluang kemitraan baru bagi investor global. Sejumlah perusahaan bahkan dikatakan mempertimbangkan membuka kantor perwakilan di Indonesia sebagai bentuk komitmen jangka panjang.
Sementara itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie menilai pesan Presiden mengenai tata kelola perusahaan dan kepastian regulasi menjadi poin utama yang memperkuat kepercayaan pelaku usaha dunia. “Danantara itu sangat diapresiasi sebagai mitra dagang oleh para CEO. Selain itu, Pak Presiden juga menekankan tata kelola perusahaan dan kepastian hukum, dan itu benar-benar mendapat apresiasi,” ujar Anindya.
Anindya menambahkan, pendekatan Danantara dalam melakukan derisking dan mendorong partisipasi bersama (crowd-in) dinilai sejalan dengan arahan Presiden untuk membangun ekonomi nasional secara inklusif dan berkelanjutan.
Pertemuan tersebut sekaligus menegaskan peran aktif Presiden Prabowo dalam diplomasi ekonomi Indonesia di tingkat global. Komitmen pada stabilitas, kepastian hukum, dan tata kelola yang baik disebut memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis yang tepercaya dan terbuka bagi investasi internasional.

