Presiden Prabowo Subianto menerima investor global Ray Dalio di Istana Merdeka, Jakarta. Dalio disebut sebagai salah satu penasihat Danantara, badan pengelola investasi strategis Indonesia.
Informasi pertemuan itu disampaikan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun Instagram resminya. Teddy menyatakan Danantara, yang dibentuk pada Februari 2025, ditujukan untuk mengoptimalkan aset negara, mengelola BUMN strategis, serta berperan sebagai sovereign wealth fund. Menurut Teddy, Danantara terus bekerja sama dengan mitra strategis untuk meningkatkan kepercayaan dan memperkuat posisinya di mata internasional.
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo membahas prospek ekonomi Indonesia, termasuk optimalisasi dan penguatan peran Danantara sebagai motor pertumbuhan ekonomi.
Sejumlah pejabat turut mendampingi Presiden, yakni Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Investasi sekaligus Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani, Menteri Pendidikan Tinggi Brian Yuliarto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Ray Dalio dikenal sebagai tokoh terkemuka di bidang investasi. Ia disebut dipercaya untuk berkontribusi di BP Investasi Danantara. Dalam keterangannya pada 4 Juni 2025, Dalio menyampaikan bahwa keterlibatannya sebagai penasihat bersifat sukarela dan tidak dibayar. Ia juga menegaskan komitmennya untuk tetap menjadi penasihat informal bagi pimpinan Danantara maupun Presiden Prabowo.
Dalam keterangan yang sama, disebutkan bahwa selama lebih dari satu tahun terakhir Danantara mendapatkan manfaat dari masukan dan bimbingan strategis Dalio. Ia dinilai berperan dalam membentuk arah Danantara sebagai institusi pengelola investasi negara yang berfokus pada sektor-sektor strategis untuk pembangunan jangka panjang.
Sementara itu, Prabowo juga dijadwalkan menerima kunjungan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di Jakarta pada Jumat (27/3/2026) sore. Berdasarkan pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Malaysia, pertemuan kedua pemimpin akan membahas isu strategis, termasuk perkembangan geopolitik global.
Wisma Putra menyebut kunjungan tersebut berfokus pada dinamika geopolitik, terutama konflik di Asia Barat serta dampaknya terhadap stabilitas kawasan dan ekonomi global, termasuk implikasinya bagi Malaysia dan Indonesia. Kedua negara dipandang perlu melakukan pembahasan yang komprehensif dan terkoordinasi untuk menyelaraskan posisi sekaligus memperkuat kerja sama strategis.
Dalam konteks itu, pertemuan Prabowo dan Anwar diharapkan mengintensifkan upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan global serta menjaga keberlanjutan jalur perdagangan dan rantai pasok yang penting bagi kesejahteraan masyarakat kedua negara. Keduanya juga disebut akan menegaskan pentingnya memperkuat peran ASEAN agar mampu bertindak kolektif dalam menjaga perdamaian, stabilitas, dan ketahanan ekonomi di tengah ketidakpastian global.