BERITA TERKINI
Realisasi Investasi Riau 2025 Tembus Rp69,47 Triliun, Logistik dan Kehutanan Jadi Penopang Utama

Realisasi Investasi Riau 2025 Tembus Rp69,47 Triliun, Logistik dan Kehutanan Jadi Penopang Utama

Realisasi investasi di Provinsi Riau sepanjang 2025 mencapai Rp69,47 triliun. Nilai tersebut berasal dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA) yang masuk ke berbagai sektor ekonomi di daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto menyampaikan capaian itu dalam paparan setahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau periode 2025–2030 di Gedung Daerah Provinsi Riau, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Jumat, 20 Februari 2025.

Berdasarkan data yang dipaparkan, investasi tersebut tersebar dalam 28.733 proyek yang berjalan selama 2025. Menurutnya, hal itu menunjukkan aktivitas ekonomi dan pembangunan yang dinamis di Riau.

Secara nasional, capaian ini menempatkan Riau pada posisi ke-9 sebagai daerah dengan realisasi investasi terbesar di Indonesia. Riau juga disebut masih menjadi salah satu tujuan investasi di luar Pulau Jawa.

Adapun provinsi dengan investasi tertinggi masih didominasi wilayah Jawa, seperti Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Timur. Meski demikian, Riau tetap berada di jajaran 10 besar dan melampaui Kepulauan Riau yang mencatat investasi sekitar Rp64,67 triliun.

Dari sisi sektor, transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi menjadi penyumbang terbesar dengan porsi sekitar 30%. Tingginya kontribusi sektor ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan infrastruktur logistik dan konektivitas untuk mendukung industri serta perdagangan.

Sektor kehutanan berada di posisi kedua dengan kontribusi sekitar 21%, sejalan dengan karakter ekonomi Riau yang masih kuat pada sektor berbasis sumber daya alam, khususnya industri hasil hutan.

Sementara itu, industri makanan menyumbang sekitar 13% terhadap pertumbuhan investasi. Sektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan berkontribusi sekitar 10% dari total investasi. Investasi pada industri kertas dan percetakan tercatat sekitar 7%, sedangkan sektor lainnya secara gabungan menyumbang 19%.

SF Hariyanto menyatakan kondisi tersebut diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan pendapatan masyarakat. Ia juga menilai aktivitas investasi berperan dalam memperkuat struktur ekonomi Riau di tengah tantangan ekonomi global.

Selain itu, ia menegaskan pemerintah provinsi akan berupaya menjaga iklim investasi tetap kondusif melalui penyederhanaan perizinan, peningkatan infrastruktur, serta kepastian regulasi. Dengan langkah tersebut, Riau ditargetkan dapat menarik lebih banyak investasi dan meningkatkan peringkat nasional pada tahun-tahun mendatang.