Nilai tukar rupiah menutup perdagangan Jumat sore (20/2) dengan penguatan terhadap dolar AS. Rupiah rebound dan menambah kenaikan dari sesi siang, di tengah pergerakan dolar AS yang merangkak naik di pasar Eropa setelah menguat dalam dua sesi global sebelumnya.
Rupiah menguat 0,34% atau 58 poin ke level Rp16.870 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.928. Pergerakan ini menunjukkan rupiah bangkit setelah mengalami koreksi selama empat hari dan sempat berada di sekitar level terendah dalam sebulan.
Menurut pantauan Analis Vibiz Research Center, perdagangan rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah di Rp16.846, kemudian bergerak terkoreksi hingga Rp16.926, sebelum pada sore hari WIB berada di posisi Rp16.870.
Di sisi lain, dolar AS di pasar uang Eropa tercatat beranjak naik dan berada di sekitar level tertinggi dalam 1,5 minggu. Penguatan dolar didukung data ekonomi AS, khususnya klaim pengangguran yang menurun dan dinilai mencerminkan kondisi ekonomi AS yang stabil.
Indeks dolar, yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama, pada sore hari WIB naik ke 97,90 dari penutupan sebelumnya 97,85.
Di pasar saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir sesi Jumat melemah tipis 2,314 poin atau 0,03% ke level 8.271,767. Bursa saham Asia bergerak bervariasi, dipimpin Kospi yang kembali mencetak rekor di tengah meningkatnya tensi geopolitik Iran, serta mencermati Wall Street yang pada perdagangan semalam ditutup melemah meski terbatas.
Vibiz Research Center memperkirakan pergerakan rupiah dalam sepekan berada pada kisaran Rp16.976 hingga Rp16.776 per dolar AS.

