Spanyol berencana mempererat hubungan politik dan finansial dengan China di tengah langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dinilai mengguncang tatanan ekonomi global.
Rencana tersebut tercantum dalam strategi baru Asia-Pasifik yang memuat prioritas Madrid untuk tiga tahun ke depan. Dokumen itu menyerukan peningkatan pertemuan tingkat tinggi serta pertukaran ekonomi antara Spanyol dan China. Spanyol juga mendorong negara-negara Eropa lain untuk berkoordinasi dalam menjalin hubungan dengan Beijing.
Dalam dokumen strategi tersebut, Spanyol menyatakan ingin memajukan agenda bilateral yang “positif dan ambisius” dengan China, memperkuat kemitraan strategis yang komprehensif, serta melanjutkan hubungan bilateral yang disebut berada dalam kondisi sangat baik.
Strategi ini menegaskan posisi Spanyol sebagai salah satu negara di Eropa yang ingin memperdalam hubungan dengan China, sekaligus menunjukkan kesiapannya untuk tidak mengikuti peringatan dari pemerintahan Trump.
Tahun lalu, Perdana Menteri Pedro Sánchez berkunjung ke Beijing hanya beberapa hari setelah Trump mengumumkan tarif terhadap hampir semua negara. Kunjungan Sánchez itu sempat dikecam oleh Menteri Keuangan AS Scott Bessent, yang menyebut langkah tersebut sebagai tindakan yang “menghancurkan diri sendiri.”

