BERITA TERKINI
Split Modal Jadi Kunci Kebijakan Transportasi Jerman, Logistik Penggunaan Ganda Menguat di Antarmuka Jalan–Rel

Split Modal Jadi Kunci Kebijakan Transportasi Jerman, Logistik Penggunaan Ganda Menguat di Antarmuka Jalan–Rel

Split modal atau pembagian pangsa angkutan menurut moda transportasi menjadi salah satu indikator utama dalam perencanaan lalu lintas dan kebijakan transportasi di Jerman. Dalam konteks target perlindungan iklim yang ambisius, pergeseran angkutan dari jalan ke moda yang lebih ramah lingkungan—terutama kereta api—dinilai semakin penting.

Apa itu split modal dan mengapa penting

Dalam statistik lalu lintas, split modal menggambarkan distribusi volume transportasi pada berbagai moda, seperti jalan dan kereta api. Indikator ini mencerminkan perilaku mobilitas yang dipengaruhi, antara lain, oleh ketersediaan layanan transportasi dan pertimbangan ekonomi. Split modal juga terkait dengan ukuran kinerja lalu lintas seperti ton-kilometer pada angkutan barang.

Perubahan pangsa split modal, khususnya pergeseran menuju moda yang lebih ramah lingkungan, dapat digunakan untuk menarik kesimpulan mengenai perkembangan biaya eksternal transportasi. Karena itu, split modal kerap dipakai dalam perencanaan kota serta penyusunan konsep keberlanjutan. Pangsa angkutan barang melalui kereta api juga menjadi salah satu indikator keberlanjutan dalam laporan “Pembangunan Berkelanjutan di Jerman” dari Kantor Statistik Federal.

Gambaran angkutan barang Jerman dan target 2030

Total kinerja angkutan barang di Jerman pada 2023 tercatat sebesar 674,5 miliar ton-kilometer. Saat ini, pangsa kereta api berada di kisaran 18–20%, sementara angkutan jalan mendominasi sekitar 71–73%.

Dalam Perjanjian Koalisi, koalisi pemerintahan menetapkan target meningkatkan porsi angkutan barang kereta api menjadi 25% pada 2030. Kenaikan 6,5 poin persentase tersebut, dalam angka absolut, berarti peningkatan dari sekitar 129,9 miliar menjadi 210 miliar ton-kilometer—atau sekitar 60%. Untuk mencapainya, kinerja angkutan barang kereta api disebut perlu tumbuh sekitar 5,5% per tahun. Dalam skenario tertentu, jalur angkut bahkan menilai peningkatan bisa mencapai 264 miliar ton-kilometer pada 2035, yang berarti penggandaan dari kondisi saat ini.

Logistik penggunaan ganda: dari konsep tradisional ke infrastruktur transportasi

Istilah “penggunaan ganda” (dual-use) secara tradisional merujuk pada barang, perangkat lunak, dan teknologi yang dapat dipakai untuk kebutuhan sipil maupun militer. Dalam konteks infrastruktur logistik, pengertiannya meluas menjadi infrastruktur transportasi yang dapat digunakan untuk kepentingan sipil dan militer.

Lanskap logistik modern di Eropa menghadapi dua tuntutan sekaligus: meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan rantai pasok sipil, serta memenuhi kebutuhan mobilitas militer yang meningkat dalam lingkungan geopolitik yang berubah. Dalam konteks ini, logistik penggunaan ganda—terutama pada antarmuka jalan dan rel melalui lalu lintas gabungan—dinilai kian penting.

Dorongan Uni Eropa dan pendanaan nasional

Pentingnya logistik penggunaan ganda disebut menguat sejak serangan Rusia terhadap Ukraina, mengingat peran Jerman sebagai simpul logistik bagi Eropa, termasuk untuk transportasi militer. Menteri Transportasi Federal Volker Wissing menyatakan, “Jerman adalah kunci logis untuk Eropa. Selain deskripsi ekonomi reguler, ini juga sangat penting untuk transportasi militer sejak serangan Rusia terhadap Ukraina. [...] Untuk pembelaan Eropa, kita membutuhkan kereta api yang kuat”.

Uni Eropa mendorong pengembangan infrastruktur penggunaan ganda. Kementerian Digital dan Transportasi Federal (BMDV) melaporkan keberhasilan memperoleh pendanaan proyek penggunaan ganda di Jerman selama tiga tahun terakhir lebih dari 296 juta euro. Fokus pengajuan pendanaan BMDV diarahkan pada proyek perkeretaapian, termasuk langkah untuk meningkatkan kelayakan koridor jaringan inti TEN-V bagi kereta barang yang panjang dan berat, serta peningkatan kapasitas terminal untuk angkutan barang rel.

Lalu lintas gabungan (combined transport) sebagai strategi pergeseran ke rel

Lalu lintas gabungan (KV)—juga dikenal sebagai transportasi kombinasi—merupakan rantai logistik yang mengintegrasikan beberapa moda transportasi. Konferensi Menteri Transportasi Eropa mendefinisikannya sebagai angkutan antarmoda di mana porsi terbesar perjalanan ditempuh dengan kereta api (atau pelayaran darat/laut), sementara segmen jalan dibuat sesingkat mungkin.

Dalam skema ini, unit muatan seperti kontainer, swap body, atau trailer truk diangkut jarak jauh menggunakan kereta api atau jalur air, sedangkan truk berperan pada pengantaran dan penjemputan jarak pendek (pre- dan post-haulage). Pendekatan ini dimaksudkan untuk menggabungkan keunggulan masing-masing moda, terutama untuk rute jauh dan volume besar.

Langkah kebijakan untuk mengejar target pangsa 25%

Untuk mengejar target 25% pada 2030, pemerintah merujuk pada pengembangan dan percepatan pelaksanaan rencana induk angkutan barang kereta api yang mencakup 66 langkah dalam sepuluh bidang tindakan serta lima langkah langsung. Sejumlah instrumen yang disorot meliputi:

  • Penurunan tarif jalur (track access charges): Sejak 1 Juli 2018, BMDV mempromosikan harga rute angkutan barang kereta api sebesar 350 juta euro per tahun, dengan harapan sebagian penghematan dipakai untuk modernisasi dan sebagian diteruskan ke pelanggan melalui harga.
  • Program federal “Future Rail Freight Transport”: Diluncurkan 20 Mei 2020 untuk mendorong angkutan barang rel yang lebih efisien dan modern, dengan sasaran peningkatan keandalan, keekonomian, dan kapabilitas logistik.
  • Promosi lalu lintas gabungan: Termasuk dukungan regulasi seperti kenaikan bobot maksimum truk hingga 44 ton, pengecualian tertentu dari larangan berkendara pada hari Minggu/libur, serta pembebasan pajak kendaraan bermotor untuk kendaraan yang digunakan khusus pada segmen pre- dan post-haulage. Dukungan juga diarahkan pada pembangunan terminal lalu lintas gabungan dengan pendanaan federal dan UE.
  • Pengenalan Digital Automatic Coupling (DAK): Migrasi DAK tingkat Eropa diproyeksikan memberi keuntungan kapasitas dan mendorong pertumbuhan angkutan barang rel.

Manfaat lingkungan dan tantangan implementasi

Pergeseran angkutan dari jalan ke rel disebut menawarkan manfaat lingkungan yang besar. Dalam sektor transportasi, emisi gas rumah kaca dinilai belum menurun selama beberapa dekade. Karena itu, target iklim 2030 disebut hanya dapat dicapai jika lebih banyak angkutan dialihkan ke rel. Kereta api disebut dapat menghemat sekitar 80% emisi CO2 dibandingkan jalan dan lima kali lebih hemat energi.

Di sisi lain, capaian target 25% dipandang sebagai tantangan besar yang memerlukan investasi signifikan pada infrastruktur rel, digitalisasi angkutan barang kereta api, serta penguatan lalu lintas gabungan. Dalam kerangka ini, logistik penggunaan ganda dinilai dapat menciptakan sinergi kebutuhan sipil dan militer sekaligus meningkatkan ketahanan infrastruktur transportasi Eropa.

Laporan tersebut menekankan bahwa pergeseran yang diharapkan dalam angkutan barang hanya dapat dicapai melalui langkah terkoordinasi antara pembuat kebijakan, perusahaan kereta api, dan pelaku logistik.