Sistem Jaminan Sosial Filipina (Social Security System/SSS) menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MOU) dengan perusahaan fintech berbasis di Singapura, Surfin Meta Digital Technology (Surfin), untuk menjajaki kerja sama modernisasi dan penguatan aspek digital pada sejumlah program layanan keuangan SSS.
MOU tersebut menjadi kerangka kolaborasi bagi kedua pihak untuk mengidentifikasi peluang peningkatan layanan bagi anggota, pensiunan, dan penerima manfaat, sekaligus mendukung inklusi keuangan serta efisiensi operasional dalam sistem pensiun dan asuransi sosial nasional Filipina.
Penandatanganan dilakukan di InvestPhilippines Business Pavilion, Davos, Swiss, setelah sesi panel yang membahas potensi kecerdasan buatan (AI) dalam memperkuat penyelenggaraan layanan sektor publik dan dana pensiun. Kegiatan itu berlangsung dalam rangka World Economic Forum di Davos pada 19–23 Januari 2026.
Dalam cakupan MOU, SSS dan Surfin akan mengeksplorasi potensi integrasi AI untuk penilaian kredit (AI credit scoring), pemodelan big data, serta teknologi chatbot ke dalam platform yang sudah ada, termasuk administrasi pinjaman, layanan anggota, dan proses manajemen risiko di back-end. Area fokus lainnya mencakup peningkatan digital pada administrasi pinjaman, otomasi alur kerja untuk efisiensi operasional, serta analitik yang dapat dijelaskan dan diaudit guna mendukung pengawasan serta kepatuhan.
Dalam kerja sama yang bersifat eksploratif ini, Surfin akan menyediakan mesin manajemen risiko dan platform analitik miliknya untuk dinilai. Kedua pihak juga berencana mengembangkan program percontohan (pilot) dan inisiatif berbagi pengetahuan di ekosistem keuangan lokal. Kolaborasi ini disebut mencerminkan meningkatnya kehadiran Surfin di Filipina serta pengalamannya merancang aplikasi keuangan digital untuk institusi berskala besar.
CEO Surfin, Dr. Yanan Wu, menyatakan Filipina tetap menjadi pasar yang strategis bagi perusahaan, dan penandatanganan MOU ini dinilai sebagai langkah penting untuk memajukan solusi keuangan digital bagi komunitas yang kurang terlayani, termasuk pekerja migran Filipina (Overseas Filipino Worker/OFW). Ia menambahkan, kerja sama ini ditujukan untuk mengeksplorasi bagaimana teknologi AI dan berbasis data dapat mendukung inisiatif inklusi keuangan yang lebih luas.
Sementara itu, Presiden dan CEO SSS Robert Joseph M. de Claro menyebut MOU ini sebagai langkah awal untuk menilai bagaimana AI, analitik data lanjutan, dan perangkat conversational AI dapat mendukung layanan keuangan SSS, sejalan dengan agenda transformasi digital Filipina. Ia juga merujuk pada arahan Sekretaris Departemen Keuangan sekaligus Ketua Komisi Jaminan Sosial, Frederick D. Go, agar pemanfaatan teknologi dimaksimalkan dalam penyediaan layanan yang efisien dan mudah diakses bagi anggota SSS.
De Claro menilai AI membuka peluang bagi dana pensiun untuk mengelola volume besar data anggota dan data keuangan secara lebih efisien, mendukung pengambilan keputusan jangka panjang, serta mengotomasi proses rutin. Menurutnya, AI juga dapat memperkuat tata kelola dan memungkinkan layanan yang lebih personal, mulai dari alat perencanaan pensiun hingga asisten digital interaktif. SSS menyatakan akan mengeksplorasi perangkat manajemen risiko Surfin dan inisiatif percontohan yang relevan dengan agenda digital Filipina, dengan tujuan menghadirkan layanan yang lebih cepat dan lebih inklusif bagi pekerja Filipina.