BERITA TERKINI
Survei Deloitte: Biaya Hidup Jadi Kekhawatiran Utama, 52% Gen Z dan Milenial Mengaku Hidup dari Gaji ke Gaji

Survei Deloitte: Biaya Hidup Jadi Kekhawatiran Utama, 52% Gen Z dan Milenial Mengaku Hidup dari Gaji ke Gaji

Generasi milenial dan Gen Z diproyeksikan akan mendominasi 74% tenaga kerja global pada 2030. Namun, di tengah proyeksi tersebut, laporan terbaru menunjukkan menguatnya kekhawatiran finansial di kalangan pekerja muda, seiring tekanan biaya hidup dan kondisi ekonomi global yang belum stabil.

Temuan itu tercantum dalam Deloitte Global 2025 Gen Z and Millennial Survey yang melibatkan 23.482 responden dari 44 negara. Dalam survei tersebut, biaya hidup kembali menjadi kekhawatiran utama selama empat tahun berturut-turut. Sebanyak 39% Gen Z dan 42% milenial menempatkan biaya hidup sebagai tekanan terbesar, melampaui isu lingkungan, kesehatan mental, hingga stabilitas politik dunia.

Survei juga mencatat peningkatan rasa tidak aman secara finansial. Hampir separuh responden mengaku tidak merasa aman dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Sebanyak 48% Gen Z dan 46% milenial menyatakan ketidakamanan finansial mereka meningkat signifikan dibandingkan 2024, ketika angkanya berada di 30% untuk Gen Z dan 32% untuk milenial.

Tekanan tersebut tercermin pada pola pengelolaan keuangan. Sebanyak 52% responden dari kedua generasi mengaku hidup dari gaji ke gaji (living paycheck to paycheck). Selain itu, 37% Gen Z dan 35% milenial menyebut kesulitan memenuhi kebutuhan bulanan. Sementara itu, 41% responden menyatakan kekhawatiran tidak dapat pensiun dengan nyaman.

Deloitte juga menemukan kaitan antara keamanan finansial dan kebahagiaan. Di kelompok yang memiliki kekhawatiran tinggi terhadap biaya hidup, hanya 36% Gen Z dan 39% milenial yang mengaku merasa bahagia dalam setahun terakhir. Sebaliknya, enam dari 10 Gen Z yang merasa aman secara finansial menyatakan diri mereka bahagia. Pada milenial, 68% responden yang merasa aman secara ekonomi mengaku lebih bahagia, dibandingkan 31% dari kelompok yang merasa tidak aman.

Untuk bertahan menghadapi inflasi dan ketidakpastian ekonomi, pekerjaan sampingan atau side hustle menjadi salah satu strategi yang banyak dipilih. Sekitar sepertiga responden tercatat memiliki pekerjaan tambahan di luar pekerjaan utama untuk menambah pendapatan dan mendiversifikasi sumber penghasilan. Rinciannya, 37% Gen Z mencari pendapatan tambahan untuk kebutuhan dasar bulanan, 41% milenial mengandalkan side hustle sebagai bantalan ekonomi utama, dan 30% responden memanfaatkan pekerjaan sampingan untuk pengembangan keterampilan serta relasi.

Selain itu, mobilitas karier juga dipengaruhi pertimbangan finansial dan keseimbangan hidup. Sebanyak 31% Gen Z menyatakan berencana berpindah perusahaan dalam dua tahun ke depan untuk mencari gaji yang lebih kompetitif serta work-life balance yang dinilai lebih ideal bagi kesehatan mental.

Laporan Deloitte Global 2025 Gen Z and Millennial Survey ini dirilis pada Februari 2026.