BERITA TERKINI
Tiga Pelajaran Inovasi dari Perjalanan Zalopay di Industri Fintech

Tiga Pelajaran Inovasi dari Perjalanan Zalopay di Industri Fintech

Zalopay memulai langkahnya sebagai perusahaan rintisan kecil di pasar pembayaran digital yang kala itu masih berkembang. Seiring waktu, platform ini tumbuh menjadi layanan yang digunakan jutaan pengguna setiap hari, baik di dalam maupun luar negeri. Di balik pertumbuhan tersebut, Zalopay menekankan inovasi berkelanjutan yang disertai serangkaian pilihan strategis: berinvestasi pada kapabilitas internal, memilih menghadapi tantangan alih-alih mengambil jalan aman, serta memperluas koneksi dan kolaborasi ketimbang semata bersaing.

Dari proses pengembangannya, Zalopay merangkum tiga pelajaran utama yang disebutnya juga mencerminkan tahapan yang kerap dilalui bisnis inovatif: berani memulai dan memperbaiki kesalahan, menantang kreativitas dengan tetap memprioritaskan keamanan serta kepatuhan, dan membagikan hasil inovasi agar menciptakan nilai bersama bagi pasar dan masyarakat.

Pelajaran pertama: berani belajar sambil berjalan. Menurut Zalopay, inovasi hanya terjadi ketika perusahaan memberi ruang bagi orang-orang yang berani bertindak, berani membuat kesalahan, dan bersedia memperbaikinya. Namun, ruang tersebut perlu disertai lingkungan kerja yang memungkinkan kesalahan terjadi secara terkendali dan menghasilkan pembelajaran.

Ketika Zalopay memasuki pasar perantara pembayaran, fintech masih merupakan konsep yang relatif baru di Vietnam. Minimnya rujukan model bisnis serupa dan kerangka hukum yang masih dalam proses finalisasi membuat banyak aspek harus dibangun dari awal, mulai dari proses bisnis, sistem manajemen risiko, model kemitraan, hingga standar produk.

Dalam situasi itu, Zalopay memilih pendekatan “belajar dengan cepat”. Perusahaan melakukan eksperimen melalui solusi-solusi kecil, mengukur efektivitasnya, lalu segera melakukan perbaikan. Pola ini menempatkan inovasi sebagai proses berkelanjutan—bukan sekadar keputusan besar sekali waktu—yang menuntut konsistensi, tanggung jawab, dan orientasi jangka panjang.

Salah satu keputusan penting pada tahap awal adalah perubahan strategi untuk mengurangi ketergantungan pada basis pelanggan dari ekosistem VNG. Meski menjadi pendorong awal, basis tersebut dinilai belum cukup untuk menopang pertumbuhan mandiri. Zalopay kemudian memperluas basis pengguna, membangun komunitas pelanggan sendiri, dan mendiversifikasi skenario penggunaan layanannya sebagai syarat untuk pertumbuhan berkelanjutan.

Perusahaan juga menyebut terus bereksperimen dengan arah baru selama tidak dilarang hukum, berkembang dari dompet elektronik menjadi platform layanan keuangan digital, serta bekerja sama dengan berbagai mitra untuk menghadirkan produk yang dinilai nyaman dan aman. Zalopay menyatakan pertumbuhan stabilnya ditopang oleh langkah-langkah tersebut, dengan proyeksi peningkatan 35% pada 2025.

Dalam proses inovasi, unsur manusia disebut memegang peran penting. Zalopay menekankan budaya kerja yang lebih menghargai tanggung jawab, kolaborasi, dan efisiensi dibanding kualifikasi atau senioritas. Pemberian kesempatan kepada talenta muda dipandang membantu melahirkan ide baru dan menghindari pendekatan konvensional, terutama di pasar yang berubah cepat.

Pelajaran kedua: inovasi di sektor keuangan harus sejalan dengan kehati-hatian. Zalopay menilai inovasi kerap beriringan dengan risiko, terutama bila pertumbuhan dikejar dengan mengabaikan standar keselamatan. Dalam fintech, kepercayaan pengguna dan mitra disebut sebagai aset utama, sehingga insiden kecil pun bisa berdampak serius dan berkepanjangan. Karena itu, keselamatan, keamanan, dan kepatuhan ditempatkan sebagai fondasi inti dari semua inisiatif.

Setiap produk dan layanan baru, menurut Zalopay, harus melewati perspektif manajemen risiko. Perusahaan menyatakan terus berinvestasi pada sistem keamanan informasi dan proses operasional mengikuti standar internasional. Sejak 2021, Zalopay termasuk dompet elektronik pertama di Vietnam yang meraih sertifikasi ISO/IEC 27001 untuk manajemen keamanan informasi. Selain itu, setiap tahun seluruh personel diwajibkan menyelesaikan pelatihan keamanan siber, kepatuhan, dan anti pencucian uang.

Zalopay juga menilai kepatuhan bukan hanya kewajiban hukum, melainkan keunggulan kompetitif. Platform operasional yang transparan dan aman disebut membantu perluasan kerja sama dengan bank serta mitra keuangan, sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar. Aktivitas inspeksi dan pemantauan diposisikan sebagai mekanisme peringatan dini untuk mengidentifikasi risiko dan melakukan penyesuaian tepat waktu.

Di sisi lain, perusahaan menyebut berkoordinasi secara proaktif dengan lembaga pengatur, memastikan kepatuhan sekaligus memberi masukan dalam proses pembuatan kebijakan. Pendekatan ini diakui membutuhkan lebih banyak sumber daya dalam jangka pendek, namun dipandang penting untuk membangun kredibilitas dan stabilitas jangka panjang sistem keuangan digital.

Pelajaran ketiga: inovasi bermakna jika manfaatnya bisa diakses luas. Zalopay menekankan bahwa keuntungan berkelanjutan hanya tercapai ketika pengguna dan mitra merasakan nilai nyata dari inovasi. Karena itu, perusahaan menyasar inisiatif yang menyederhanakan pengalaman pasar secara keseluruhan.

Salah satu contoh yang disorot adalah perintisan penerapan kode QR multifungsi sejak 2023. Seiring meningkatnya kompatibilitas, pembayaran QR dipandang berkembang menjadi utilitas bersama yang menguntungkan pengguna dan penjual, bukan lagi keunggulan eksklusif satu platform.

Zalopay juga memperluas perannya sebagai platform penghubung yang mendekatkan ratusan produk keuangan dari bank dan lembaga keuangan kepada pengguna. Dalam perkembangannya, sejumlah mitra yang sebelumnya diposisikan sebagai pesaing disebut mulai memandang fintech sebagai kanal kolaborasi untuk memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan pengalaman pelanggan.

Semangat berbagi nilai turut ditunjukkan melalui aktivitas ESG dan tanggung jawab sosial. Zalopay menyatakan setiap tahun berkolaborasi dengan surat kabar Nguoi Lao Dong dalam program amal, dengan donasi puluhan miliar VND untuk membantu masyarakat terdampak bencana alam. Perusahaan juga bermitra selama bertahun-tahun dengan Serikat Buruh Kota Ho Chi Minh untuk menyelenggarakan pasar tanpa uang tunai bagi pekerja, guna membantu mereka terbiasa menggunakan pembayaran digital.

Ke depan, Zalopay berharap kebijakan hukum terus menciptakan kondisi yang mendukung individu dan bisnis yang berani berpikir serta bertindak. Perusahaan mendorong pergeseran pendekatan pengelolaan negara ke arah pasca-inspeksi, dengan batasan yang jelas mengenai hal-hal yang dilarang. Zalopay juga menilai negara perlu berperan sebagai penghubung untuk menciptakan lapangan bermain yang adil bagi bisnis inovatif agar dapat belajar dan berkembang bersama.

Perusahaan menyebut 2026 sebagai tonggak penting untuk meningkatkan kapabilitas teknologi, memperkuat kepatuhan, dan memperbesar kontribusi sosial. Upaya inovasi Zalopay juga disebut telah memperoleh pengakuan melalui sejumlah penghargaan, termasuk masuk dalam daftar 200 perusahaan fintech global terbaik pada 2023, Penghargaan Sao Khue 2025, serta “Produk dan Solusi Transformasi Digital untuk Masyarakat” (VDA 2024). Bagi Zalopay, pencapaian inovasi dinilai lengkap ketika dapat disebarluaskan dan memberi manfaat bagi banyak orang.