BERITA TERKINI
Tim Sastek UNY Luncurkan Aplikasi MULyoo untuk Pencatatan Keuangan UMKM di Berbah Sleman

Tim Sastek UNY Luncurkan Aplikasi MULyoo untuk Pencatatan Keuangan UMKM di Berbah Sleman

Sleman—Tim Sastra Teknik (Sastek) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) meluncurkan aplikasi digital “MULyoo” untuk membantu pelaku usaha kecil melakukan pencatatan keuangan. Peluncuran dikemas dalam acara Gebyar MULyoo 2026 di Gedung Serbaguna Kalurahan Tegaltirto, Kapanewon Berbah, Sleman, Minggu (15/2/2026).

Inovasi tersebut merupakan puncak program pengabdian mahasiswa yang diusung dalam kompetisi nasional Innovillage 2025. Innovillage merupakan ajang kolaborasi Danantara, Telkom Indonesia, Telkom University, dan perguruan tinggi nasional yang berfokus pada pengembangan inovasi sosial berbasis teknologi digital untuk menjawab persoalan di desa.

Tim Sastek UNY menjadi salah satu dari 180 tim yang memperoleh pendanaan, dari total 1.000 proposal yang masuk dari berbagai daerah di Indonesia. Perwakilan tim, Kholid Aldi Abdullah, menyampaikan timnya terdiri dari dirinya, Rey Arya Saputra, dan Gilang Dwi Cahyo. Mereka menggabungkan latar belakang ilmu sastra dan teknik dalam merancang solusi digital.

Kholid menjelaskan, nama MULyoo diambil dari filosofi doa dalam bahasa Jawa, “Mugo Usaha Lancar Yoo” atau semoga usaha lancar. Aplikasi ini dirancang untuk merespons kebutuhan pelaku UMKM yang selama ini masih melakukan pencatatan keuangan secara manual dan konvensional.

“Alhamdulillah, tim Sastek UNY terpilih mendapatkan pembiayaan. Dari Yogyakarta hanya ada dua yang lolos, yakni tim kami dan satu tim dari UII. Melalui MULyoo, kami merancang platform pencatatan keuangan yang terintegrasi dengan teknologi Artificial Intelligence (AI) khusus untuk anggota Forum Komunikasi UMKM Kalurahan Tegaltirto,” ujar Kholid di hadapan tamu undangan.

Dosen pembimbing tim Sastek, Danti Rizki Amalia, menyatakan program bertajuk Digitalisasi Produk UMKM dan Pengelolaan Keuangan Berbasis Aplikasi MULyoo menjadi bentuk kontribusi mahasiswa kepada masyarakat. Tim juga memberikan pendampingan teknis agar pelaku usaha dapat meningkatkan kapasitas usahanya. Danti berharap inovasi yang telah diperkenalkan selama masa pengabdian memberi manfaat jangka panjang bagi perekonomian lokal di Tegaltirto.

Dinas Koperasi Kabupaten Sleman melalui Kepala Bidang Pengembang Kewirausahaan, Sri Wara Nusandari, mengapresiasi inisiatif tersebut. Namun, ia mengingatkan tantangan digitalisasi di tingkat desa, salah satunya demografi pelaku usaha yang mayoritas sudah lanjut usia dan belum akrab dengan teknologi. Ia menekankan pentingnya pendampingan yang sabar, serta perlunya materi tambahan terkait pemasaran dan komunikasi bahasa Inggris dasar untuk memperluas jangkauan pasar.

“Kami berterima kasih kepada tim Sastek UNY yang telah memberikan pelatihan dan pendampingan. Harapan kami, pelatihan tidak berhenti di sini saja, tetapi ada keberlanjutan dan jika memungkinkan bisa diperluas ke kalurahan lain. Mengingat banyak pelaku UMKM yang sudah sepuh dan kurang paham teknologi, pendampingan memang butuh perhatian ekstra dan kesabaran,” kata Sri Wara Nusandari.

Gebyar MULyoo 2026 turut dihadiri jajaran Kapanewon Berbah, Plt Lurah Tegaltirto Yustina Dwi Rahayu, serta anggota Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Berbah. Kehadiran berbagai unsur pemerintah dan komunitas tersebut mencerminkan dukungan terhadap upaya transformasi digital UMKM. Melalui sinergi akademisi, pemerintah, dan pelaku usaha, aplikasi MULyoo diharapkan menjadi langkah awal menuju ekosistem usaha mikro yang lebih modern, transparan, dan berkelanjutan di Sleman.