Sleman—Tim Sastek Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang mengikuti kompetisi Innovillage 2025 menggelar pameran potensi UMKM sebagai puncak rangkaian pelatihan dan pendampingan bagi Forum Komunikasi (Forkom) UMKM Kalurahan Tegaltirto. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu (15/2/2026) di kompleks Kantor Kalurahan Tegaltirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
Pameran tersebut dihadiri tiga anggota Tim Sastek UNY, yakni Kholid Aldi Abdullah, Rey Arya Saputra, dan Gilang Dwi Cahyo, didampingi dosen pembimbing Danti Rizki Amalia. Sejumlah pihak turut hadir, antara lain Kepala Bidang Pengembangan Kewirausahaan Dinas Koperasi Kabupaten Sleman Sri Wara Nusandari, Kawat Kemakmuran Berbah Ringgo Anthoni Suryo, Plt Lurah Tegaltirto Yustina Dwi Rahayu, Ketua Forkom UMKM Berbah Sri Andayani, perwakilan KIM Berbah Kusnadi, serta Ketua Forkom UMKM Kalurahan Tegaltirto bersama para anggota UMKM.
Perwakilan Tim Sastek UNY, Kholid Aldi Abdullah, mengatakan pameran ini menjadi penutup rangkaian kegiatan yang telah dijalani selama kurang lebih satu bulan. Menurutnya, pendampingan difokuskan untuk membantu pelaku usaha lebih tertib dalam pengelolaan keuangan melalui platform digital.
Aldi menjelaskan, Innovillage 2025 merupakan program yang diinisiasi Danantara Indonesia bersama Telkom Indonesia dan Telkom University, bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Dari sekitar seribu proposal yang masuk, Tim Sastek UNY menjadi salah satu tim yang terpilih memperoleh pendanaan dari Telkom Indonesia.
Dalam kompetisi tersebut, Tim Sastek UNY mengusung program MULyoo, singkatan dari “Mugo Usaha Lancar Yoo”. MULyoo merupakan aplikasi pencatatan keuangan digital yang dirancang untuk membantu pelaku UMKM mencatat arus kas masuk dan keluar secara lebih praktis dan aman.
“Dengan aplikasi pencatatan keuangan MULyoo, data keuangan akan tersimpan rapi dan tidak takut hilang karena cukup dalam satu genggaman. Selama ini, sebagian besar pelaku usaha masih mencatat secara manual,” ujar Aldi.
Pameran diikuti anggota Forkom UMKM Kalurahan Tegaltirto yang telah mengikuti program pendampingan MULyoo. Produk yang dipamerkan meliputi olahan makanan dan minuman, fashion, kerajinan, hingga jasa. Aldi menilai ragam produk yang ditampilkan menunjukkan potensi besar pelaku usaha di Tegaltirto.
Dalam kesempatan itu, Sri Wara Nusandari meninjau stan pameran, membeli sejumlah produk, serta memberikan masukan terkait peningkatan kualitas dan legalitas usaha. Ia menekankan pentingnya perizinan bagi pelaku UMKM, termasuk PIRT dan sertifikasi halal untuk produk makanan, serta NIB yang wajib dimiliki sesuai ketentuan perizinan.
Sementara itu, Syerin, anggota Forkom UMKM Kalurahan Tegaltirto sekaligus pemilik toko My Dee yang memproduksi berbagai camilan dan bakso, menyampaikan apresiasi atas pelatihan dan pendampingan yang diberikan. Ia berharap program pendampingan tersebut dapat berlanjut.

