Transformasi digital sistem pembayaran Indonesia mendapat pengakuan internasional. Keberhasilan Bank Indonesia (BI) membangun ekosistem pembayaran digital yang cepat, efisien, dan inklusif disebut menjadi salah satu rujukan praktik baik yang menarik perhatian lembaga keuangan dunia, termasuk Islamic Development Bank (IsDB).
Hal itu mengemuka dalam forum IsDB Townhall Strategic Lecture on Digital Transformation di Jeddah, Arab Saudi, pada 12 Februari 2026. Dalam pertemuan tersebut, IsDB juga menyatakan komitmennya untuk memperluas kerja sama di berbagai bidang serta mendukung pengembangan konektivitas sistem pembayaran.
Gubernur BI Perry Warjiyo menekankan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak semata ditentukan oleh teknologi. “Keberhasilan transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh tata kelola yang kuat, sinergi lintas sektor, inovasi yang berkelanjutan, serta kepemimpinan di seluruh tingkatan organisasi,” ujar Perry di hadapan perwakilan dari 56 negara anggota, dikutip dari laman BI.go.id.
Perry menjelaskan, transformasi sistem pembayaran Indonesia melalui implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) telah membawa perubahan nyata. Penguatan QRIS, BI-FAST, serta konektivitas pembayaran lintas batas disebut mendorong transaksi menjadi lebih cepat dan efisien, sekaligus memperluas akses keuangan masyarakat.
Ke depan, BI menyatakan akan terus melangkah menuju Integrated Digital Central Bank. Upaya itu antara lain melalui pemanfaatan data dan kecerdasan artifisial, digitalisasi proses pengambilan keputusan, serta penguatan tata kelola dan budaya kerja digital untuk menghasilkan kebijakan yang lebih responsif dan operasional yang semakin efisien.
BI juga menyampaikan harapan agar pengalaman transformasi digital, termasuk pengembangan QRIS dan BI-FAST, dapat menjadi referensi bagi negara anggota IsDB untuk direplikasi, terutama dalam mendorong proses dan organisasi yang lebih agile.
Rangkaian kegiatan di Jeddah diawali dengan pertemuan bilateral antara Perry, selaku Alternate Governor IsDB dari Indonesia, dan Presiden IsDB untuk memperkuat kerja sama kedua institusi. BI menyebut kolaborasi akan diperkuat melalui kerja sama yang lebih konkret guna mendorong transformasi digital dan pembangunan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan.
Sebelumnya, Perry juga menegaskan layanan Bank Indonesia Fast Payment (BI-FAST) merupakan salah satu sistem pembayaran paling efisien di dunia. Dalam acara FEKDI dan IFSE 2025 di JCC, Jakarta, pada 30 Oktober 2025, ia menyebut biaya BI-FAST sebesar Rp2.500 per transaksi, yang menurutnya termasuk salah satu yang termurah di dunia.
Selain itu, BI menyampaikan kebijakan pembebasan biaya untuk transaksi di bawah Rp500 ribu. Perry mengatakan kebijakan tersebut menjadi bentuk keberpihakan terhadap ekonomi rakyat dan pelaku usaha kecil, termasuk ketentuan biaya merchant untuk MBR sebesar 0 persen.

