Bali kembali menjadi salah satu lokasi yang banyak dilirik untuk investasi properti setelah pandemi COVID-19. Daya tarik utama pulau ini antara lain potensi rental yield yang dinilai tinggi serta prospek pertumbuhan ekonomi yang menjanjikan.
Bali tetap jadi magnet pascapandemi
Dalam periode pascapandemi, minat terhadap properti di Bali disebut meningkat seiring pulihnya aktivitas ekonomi. Kondisi tersebut turut mendorong persepsi bahwa investasi properti di Bali memiliki peluang keuntungan, terutama dari sisi pendapatan sewa.
Pergeseran tren: generasi muda mencari kedekatan dengan alam
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap pasar properti Bali, tren investasi disebut mengalami pergeseran. Generasi muda cenderung memilih properti yang menawarkan kedekatan dengan alam, sejalan dengan perubahan preferensi terhadap lingkungan tinggal maupun aset investasi.
Gambaran faktor yang mendorong minat
Potensi rental yield yang tinggi.
Prospek pertumbuhan ekonomi yang dinilai menjanjikan.
Perubahan preferensi generasi muda yang mengarah pada lokasi dekat alam.
Dengan kombinasi faktor tersebut, Bali tetap dipandang sebagai salah satu tujuan investasi properti yang menonjol, sekaligus mencerminkan perubahan selera investor muda dalam menentukan jenis dan lokasi aset.

