Tingginya harga properti membuat sebagian masyarakat memilih menyewa ketimbang membeli hunian. Tren ini diperkirakan berlanjut pada 2025 dan dinilai dapat membuka peluang bagi investor yang ingin memperoleh pemasukan dari penyewaan properti.
Harga properti naik, sewa jadi pilihan
Harga properti cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Kondisi tersebut mendorong sebagian kalangan, terutama generasi milenial dan Gen Z, beralih ke opsi menyewa rumah untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal.
Menyewa juga kerap dipandang lebih ekonomis dibandingkan membeli rumah second atau bekas. Bagi kelompok usia muda yang menanggung kebutuhan finansial anak sekaligus orang tua (sandwich generation), menyewa dinilai menjadi solusi yang lebih terjangkau.
Gaya kerja fleksibel ikut mendorong permintaan sewa
Peningkatan minat pada properti sewa juga dikaitkan dengan gaya hidup Gen Z yang banyak bekerja sebagai tenaga lepas atau freelancer. Digitalisasi memungkinkan pekerjaan dilakukan dari jarak jauh tanpa harus datang ke kantor, sehingga mobilitas menjadi lebih tinggi. Dalam situasi ini, menyewa dinilai lebih sesuai dibandingkan membeli properti.
Peluang pendapatan sewa dan insentif pajak
Tren menyewa properti dapat menjadi sumber pemasukan yang stabil bagi investor melalui pendapatan pasif bulanan atau tahunan dari biaya sewa. Selain itu, kenaikan harga properti dari waktu ke waktu juga disebut menjadi nilai tambah investasi.
Pada 2025, pemerintah melanjutkan diskon PPN DTP untuk pembelian rumah dengan harga jual hingga Rp5 miliar. Diskon diberikan atas Rp2 miliar pertama sebesar 100% untuk periode Januari–Juni 2025 dan 50% untuk periode Juli–Desember 2025. Insentif ini dapat meringankan biaya pembelian rumah pada tahun depan.
Lokasi strategis jadi pertimbangan utama penyewa
Sejumlah faktor umum yang dicermati penyewa sebelum memutuskan menyewa properti antara lain kedekatan dengan pusat bisnis, kemudahan akses transportasi, serta kelengkapan fasilitas umum. Karena itu, investor disarankan mempertimbangkan properti di lokasi yang memiliki keunggulan tersebut.
Kota mandiri dan township sebagai opsi investasi
Investor juga dapat meninjau kawasan kota mandiri atau township. Kawasan ini umumnya menawarkan perumahan yang terintegrasi dengan ruang terbuka hijau, fasilitas kesehatan dan pendidikan, area komersial dan bisnis, hingga pusat belanja dan rekreasi.
Fasilitas yang lengkap dinilai dapat meningkatkan kualitas hidup penghuni. Lingkungan yang asri dan aman, termasuk dukungan sistem keamanan 24 jam, disebut dapat memberikan ketenangan bagi penghuni.
Contoh pengembangan kawasan dan pilihan produk
Sinar Mas Land disebut memiliki sejumlah kawasan kota mandiri dan township di berbagai wilayah, antara lain BSD City, Grand City Balikpapan, Wisata Bukit Mas Surabaya, Kota Deltamas Cikarang, Grand Wisata Bekasi, Kota Wisata Cibubur, hingga Nuvasa Bay Batam. Selain rumah, tersedia pula pilihan properti lain seperti apartemen dan produk komersial seperti ruko serta kavling.
- Tren sewa diperkirakan berlanjut karena harga properti meningkat.
- Fleksibilitas kerja dan mobilitas mendorong preferensi menyewa.
- Investor berpeluang memperoleh pendapatan pasif dari sewa dan memanfaatkan insentif PPN DTP 2025.
- Lokasi strategis dan fasilitas kawasan menjadi kunci daya tarik bagi penyewa.

