BERITA TERKINI
UOB dan Ruangguru Perkenalkan Coding serta Literasi Keuangan untuk Siswa SD

UOB dan Ruangguru Perkenalkan Coding serta Literasi Keuangan untuk Siswa SD

UOB Indonesia bersama Ruangguru memperkenalkan materi coding dan literasi keuangan kepada siswa sekolah dasar melalui rangkaian sesi edukatif. Program ini menekankan pentingnya kemampuan berpikir terstruktur, adaptasi terhadap teknologi, serta kebiasaan mengelola uang sejak dini.

Salah satu sesi diisi oleh Xaviera Putri, sosok muda inspiratif yang berbagi pandangannya tentang proses belajar di tengah perubahan zaman. Ia menyampaikan bahwa kepintaran tidak selalu terbentuk dari pola asuh yang keras, melainkan dari cara berpikir yang dilatih sejak kecil. Xaviera mencontohkan kebiasaannya membangun “pet family” dari boneka-boneka dengan identitas lengkap seperti nama, hubungan, hingga ulang tahun, yang menurutnya membantu melatih kemampuan menghubungkan berbagai informasi (connect the dots).

Xaviera juga bercerita kemampuan bahasa Inggrisnya berkembang dari kebiasaan membaca buku. Ia menyebut kerap merangkum bacaan dalam bentuk sinopsis sebagai bagian dari “negosiasi” dengan orangtua agar dibelikan buku. Memasuki masa SMA, ia mulai belajar coding dan memahami pentingnya computational thinking, yaitu cara berpikir runtut sebelum mengambil keputusan. Menurutnya, keterampilan ini tidak hanya bermanfaat untuk pemrograman, tetapi juga relevan dalam hal sederhana seperti mengatur uang jajan agar cukup untuk kebutuhan harian.

Dalam sesi tersebut, Xaviera menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi dan membangun pola pikir yang kuat. Ia juga menyampaikan prinsip hidupnya yang lebih mengandalkan disiplin dibanding motivasi, termasuk disiplin waktu dalam membagi jam belajar dan istirahat, serta disiplin mental.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi literasi keuangan yang dibawakan perwakilan UOB Indonesia bertajuk #YukNabung: Belajar Mengelola Keuangan Sejak Dini. Para siswa diajak memahami manfaat menabung sejak usia sekolah. Pada kesempatan itu, UOB turut memperkenalkan Simpanan Pelajar (SimPel), tabungan yang dibuat atas nama anak dan dilengkapi buku tabungan, sebagai sarana belajar mengelola uang secara mandiri sejak dini.

Head of Strategic Communications and Brand UOB Indonesia, Luke Ariefiandi Nugraha, menjelaskan UOB memiliki tiga pilar, yaitu art, children, dan education, dengan komitmen membangun masa depan ASEAN, termasuk Indonesia. Ia menyampaikan penguasaan teknologi menjadi keterampilan penting agar generasi muda mampu bersaing secara internasional.

Menurut Luke, melalui inisiatif UOB My Digital Space, UOB tidak hanya berfokus pada coding, tetapi juga literasi digital dan computational thinking. Ia menambahkan, program tersebut turut menekankan kemampuan beradaptasi dengan teknologi, termasuk memahami risiko seperti penipuan digital agar anak-anak lebih waspada dan bijak dalam memanfaatkan teknologi.

Setelah sesi edukasi, UOB Indonesia dan Ruangguru secara simbolis menyerahkan bantuan laptop kepada sekolah yang dikunjungi. Luke menjelaskan UOB My Digital Space merupakan inisiatif UOB Group yang dimulai pada 2020, bertepatan dengan masa pandemi, ketika kebutuhan pembelajaran jarak jauh mendorong dukungan perangkat laptop. Seiring perayaan 90 tahun UOB Group pada tahun sebelumnya, inisiatif itu dikembangkan menjadi program yang lebih komprehensif dan dirancang sebagai program berkelanjutan selama lima tahun.

Dalam pelaksanaan di sekolah dasar, program coding disebut dapat diterima dengan baik oleh siswa. Luke menilai pendekatan pembelajaran yang memberi ruang memilih cerita dan gambar dalam proyek coding membantu menghidupkan imajinasi dan kreativitas, sekaligus melatih anak mengembangkan ide dan berpikir mandiri. Ia juga menilai metode tersebut efektif untuk menjaga fokus siswa dalam proses belajar.