Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Jambi, Selasa (31/03/2026). Agenda tersebut menjadi momen pemaparan capaian kinerja pemerintah kota sekaligus bentuk transparansi kepada publik sesuai ketentuan Kementerian Dalam Negeri.
Dalam penyampaiannya, Maulana menilai tekanan ekonomi global tidak menghalangi kinerja perekonomian daerah. Ia menyebut, meski terjadi perlambatan ekonomi dunia yang dipengaruhi dinamika geopolitik, Kota Jambi tetap membukukan pertumbuhan ekonomi positif berkat kerja bersama berbagai elemen masyarakat.
Maulana memaparkan pertumbuhan ekonomi Kota Jambi pada 2025 mencapai 5,13 persen, naik dari 4,88 persen pada tahun sebelumnya. Pendapatan per kapita juga meningkat dari Rp68,5 juta menjadi Rp73,6 juta per tahun berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) harga berlaku.
Selain itu, tingkat ketimpangan ekonomi disebut menurun. Indeks Gini Kota Jambi turun dari 0,395 menjadi 0,339, yang menunjukkan distribusi pendapatan dinilai lebih merata.
Menurut Maulana, capaian tersebut didukung sejumlah strategi penguatan sektor ekonomi, antara lain mendorong investasi, memperkuat UMKM, serta meningkatkan konektivitas dan infrastruktur kota.
Dari sisi stabilitas harga, inflasi Kota Jambi pada 2025 tercatat 3,03 persen (year on year). Angka ini berada di bawah rata-rata Provinsi Jambi sebesar 3,71 persen, meski sedikit lebih tinggi dibanding angka nasional 2,92 persen. Maulana menilai pengelolaan ekonomi daerah berjalan cukup baik di tengah tantangan global yang tidak menentu.