Yayasan Rumah Juang Indonesia (YRJI) menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto atas upaya pemerintah menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah meningkatnya tensi geopolitik global. YRJI menilai pengelolaan sektor pangan dan energi menjadi faktor penting yang membuat kondisi ekonomi Indonesia relatif aman di tengah ketidakpastian dunia.
Ketua Pembina YRJI, Muh Ageng Dendy Setiawan, dalam keterangan resmi pada Selasa (31/3/2026), menyoroti eskalasi konflik yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran. Menurutnya, konflik tersebut memberi tekanan besar terhadap stabilitas ekonomi global, terutama melalui gangguan pada rantai pasok.
Dendy menjelaskan, gejolak di kawasan Timur Tengah berpotensi memicu lonjakan harga energi secara signifikan. Kondisi itu dinilai dapat meningkatkan risiko inflasi serta mengganggu pertumbuhan ekonomi di berbagai negara.
Meski demikian, ia menyebut pemerintah mampu meredam dampak tekanan global terhadap perekonomian domestik. “Namun demikian, kami melihat Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional dengan baik. Ini terlihat dari terkendalinya inflasi, stabilnya sektor pangan, serta kebijakan energi yang mampu meredam gejolak harga BBM di tengah tekanan global,” kata Dendy.
Ia juga menilai kebijakan subsidi serta pengelolaan fiskal yang adaptif turut berperan dalam menjaga daya beli masyarakat. Menurut Dendy, pemerintah dinilai berhasil mengoptimalkan APBN sebagai shock absorber untuk melindungi ekonomi domestik dari guncangan eksternal.
Salah satu hal yang digarisbawahi YRJI adalah konsistensi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya BBM bersubsidi. Dendy menyebut stabilnya harga BBM dinilai penting untuk menjaga kondusivitas sosial dan ekonomi di tingkat masyarakat.
“Di tengah potensi lonjakan harga minyak dunia akibat konflik Timur Tengah, kemampuan pemerintah menjaga stabilitas harga BBM adalah langkah strategis yang patut diapresiasi. Ini memberikan kepastian bagi masyarakat dan dunia usaha,” ujarnya.
Menutup keterangannya, Dendy mengajak para pemangku kepentingan untuk tetap optimistis dan mendukung kebijakan strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan nasional. “Kami mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap solid dan optimis. Stabilitas yang terjaga hari ini adalah hasil kerja bersama yang harus terus kita dukung demi kesejahteraan masyarakat Indonesia,” kata Dendy.