NEW YORK — Aether Holdings, Inc. (NASDAQ: ATHR) melaporkan telah memiliki 417.000 pelanggan di seluruh platform pendidikan keuangan dan intelijen pasarnya. Informasi tersebut disampaikan dalam surat kepada pemegang saham yang dirilis pada Rabu, bersamaan dengan pembaruan akhir tahun 2025 perusahaan.
Perusahaan holding teknologi keuangan berkapitalisasi mikro ini—yang saat ini dinilai sekitar US$59,7 juta—dijadwalkan merilis laporan pendapatan kuartalan pada 25 Februari, atau sekitar sepekan setelah surat tersebut dipublikasikan.
Aether, yang menyelesaikan penawaran umum perdana (IPO) di Nasdaq pada 11 April 2025, menjelaskan strategi ekspansi yang berfokus pada pengembangan alat bagi investor ritel. Strategi itu dijalankan melalui dua divisi utama: Alpha Edge Media (AEM) yang berfokus pada konten edukasi, serta Aether Grid yang menyediakan analitik perdagangan (trading).
Sepanjang 2025, Aether memperluas AEM menjadi sepuluh newsletter yang mencakup berbagai topik, termasuk ekuitas, IPO, saham berkapitalisasi kecil, mata uang kripto, koleksi, dan aset digital. Dalam periode yang sama, perusahaan juga mengakuisisi sejumlah properti, di antaranya AltcoinInvesting.co pada Juli, WhaleTales pada September, serta 21Bitcoin.xyz yang disebut sebagai platform berita kripto bertenaga AI.
Memasuki awal 2026, Aether mengumumkan akuisisi Coinstack, newsletter mata uang kripto dengan lebih dari 340.000 pelanggan, serta PublicView.ai, platform intelijen pasar berbasis AI. Perusahaan juga meluncurkan SentimenTracker, yang dirancang untuk mengidentifikasi perubahan momentum dan aktivitas likuiditas institusional.
Dalam surat tersebut, Chairman Aether Holdings Nicolas Lin menyatakan perusahaan ingin membangun platform yang mendidik dan memberdayakan investor. Ia menulis bahwa pengguna diharapkan dapat mempelajari fundamental, mengakses alat tingkat profesional, dan mengambil keputusan yang tepat tanpa terbebani kompleksitas maupun biaya yang berlebihan.
Selain ekspansi produk, Aether menyebut telah membeli kantor pusat korporat di pusat kota Manhattan pada Desember 2025 untuk mendukung rencana pertumbuhannya.
Perusahaan juga mengindikasikan rencana meluncurkan publikasi dan alat trading tambahan sepanjang 2026, sambil mendiversifikasi sumber pendapatan dan memperkuat integrasi antara platform pendidikan dan trading.
Di sisi pasar, data InvestingPro yang dikutip dalam laporan menyebut saham ATHR turun hampir 50% dalam enam bulan terakhir dan diperdagangkan di level US$4,93, jauh di bawah level tertinggi 52 minggu sebesar US$19,69.

