Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat outstanding pembiayaan industri fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) mencapai Rp 96,62 triliun per Desember 2025. Nilai tersebut tumbuh 25,44% secara tahunan (year on year/YoY).
Dengan tren pertumbuhan sepanjang 2025, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) memproyeksikan industri fintech lending masih berpeluang mencatatkan pertumbuhan dua digit pada 2026. Ketua Umum AFPI Entjik Djafar menyatakan pihaknya tetap optimistis terhadap prospek tersebut.
Namun, Entjik menekankan pentingnya upaya penyelenggara untuk menjaga tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 agar tetap terkendali. Ia mengimbau seluruh penyelenggara agar mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudent) dan kepatuhan (comply) dalam melakukan analisis kelayakan kredit saat menyalurkan pembiayaan.
Di sisi lain, Pengamat sekaligus Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menilai outstanding pembiayaan fintech lending masih berpotensi tumbuh tinggi pada 2026. Menurutnya, hal itu didorong oleh masih besarnya credit gap serta tingginya permintaan terhadap layanan fintech lending, termasuk dari segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Meski demikian, Nailul memperkirakan laju pertumbuhan pada 2026 cenderung melambat. Celios memproyeksikan pertumbuhan outstanding pembiayaan fintech lending berada di kisaran 15% pada 2026, atau lebih tinggi dibandingkan target pertumbuhan kredit nasional yang disebutnya berada di level maksimal 12%.
Ia menyebut sejumlah faktor yang berpotensi menahan laju pertumbuhan, antara lain sikap perbankan yang masih berhati-hati terhadap kredit berisiko, termasuk pada kelompok underbanked baik UMKM maupun individu. Selain itu, penyesuaian kebijakan OJK seperti pengetatan syarat pinjaman bagi peminjam (borrower) juga dinilai dapat berkontribusi terhadap perlambatan pertumbuhan pembiayaan fintech lending pada 2026.
Adapun tingkat risiko kredit macet secara agregat (TWP90) fintech P2P lending per Desember 2025 tercatat sebesar 4,32%. Angka tersebut membaik tipis dibandingkan posisi November 2025 yang berada di level 4,33%.

