Yogyakarta — Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash), dan International Association of Registered Financial Consultants (IARFC) Indonesia meluncurkan Modul Bijak Keuangan (MOJANG) sebagai panduan literasi praktis bagi generasi Z dan milenial dalam menghadapi tantangan pengelolaan keuangan yang sehat.
Kepala Divisi Perencanaan, Pengembangan, Evaluasi Literasi dan Edukasi Keuangan Naomi Triyuliyani mengapresiasi peluncuran MOJANG. Menurutnya, modul tersebut dapat menjadi sarana diseminasi agar semakin banyak pihak ikut membangun kesadaran keuangan di masyarakat, mengingat peningkatan literasi merupakan kerja sama berbagai pihak.
Naomi berharap MOJANG menjadi langkah awal untuk terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan literasi keuangan, sekaligus memotivasi generasi muda mengasah kecakapan hidup lainnya. Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan berbagai fasilitas edukasi, termasuk MOJANG, untuk membangun pemahaman dan kesadaran keuangan, terutama di kalangan anak muda.
Sekretaris Jenderal AFTECH Firlie Ganinduto menilai adopsi layanan keuangan digital di kalangan gen Z dan milenial berlangsung sangat cepat. Karena itu, ia menekankan perlunya penguatan literasi yang bergerak dengan kecepatan dan ritme yang sejalan.
Firlie menambahkan, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kendaraan untuk mengejar kesenjangan literasi, menjangkau lebih banyak anak muda dengan cara yang relevan, adaptif, dan mengikuti dinamika dunia digital. Ia menegaskan, inovasi fintech perlu berjalan beriringan dengan literasi keuangan dan perlindungan konsumen agar generasi muda tidak hanya memiliki akses, tetapi juga pemahaman dalam menggunakan layanan keuangan digital secara bertanggung jawab.
Direktur Utama Easycash Nucky Poedjiardjo menjelaskan MOJANG dikemas dengan pendekatan ringan, kontekstual, dan mudah dipahami. Modul ini membahas sejumlah topik yang dinilai krusial, seperti pengelolaan arus kas, manajemen utang, reputasi kredit, serta kemampuan membedakan platform pendanaan bersama berizin dan pinjaman ilegal.
Nucky menyebut gen Z dan milenial yang hidup di tengah arus informasi cepat rentan salah langkah. Karena itu, MOJANG dihadirkan sebagai panduan yang mendampingi proses belajar tanpa menggurui. Ia juga menyoroti pentingnya reputasi kredit sebagai aset jangka panjang yang tercermin dari disiplin dalam mengelola utang dan memenuhi kewajiban pembayaran, karena rekam jejak tersebut dinilai menentukan masa depan finansial generasi muda.
President & Chairman IARFC Indonesia Aidil Akbar Madjid menegaskan reputasi kredit bukan sekadar catatan administratif, melainkan cerminan perilaku finansial yang memengaruhi kepercayaan serta akses terhadap berbagai layanan keuangan dan perencanaan jangka panjang. Ia menilai pemahaman terhadap rekam jejak ini semakin penting di tengah maraknya fenomena gagal bayar agar generasi muda terhindar dari konsekuensi finansial berkepanjangan.
Akbar juga menyampaikan bahwa persoalan finansial kerap bukan terletak pada produk, melainkan pada kurangnya literasi. Menurutnya, MOJANG diharapkan menjadi panduan praktis agar generasi muda memahami risiko, reputasi kredit, dan mampu mengambil keputusan finansial dengan lebih bijak dan bertanggung jawab.
Melalui MOJANG, Nucky menambahkan, Easycash sebagai platform pinjaman daring berizin dan diawasi OJK ingin mendorong kebiasaan finansial yang lebih sehat di kalangan generasi muda lewat edukasi yang praktis, relevan, dan mudah diterapkan. Ia menutup dengan menekankan komitmen bersama untuk memperkuat literasi keuangan agar generasi muda tidak hanya memahami layanan keuangan, tetapi juga mampu mengelola risiko dan tanggung jawabnya sejak dini demi masa depan finansial yang sehat dan berkelanjutan.

