BERITA TERKINI
Aftech Periode 2025-2029 Tekankan Kolaborasi untuk Perkuat Ekosistem Keuangan Digital

Aftech Periode 2025-2029 Tekankan Kolaborasi untuk Perkuat Ekosistem Keuangan Digital

Jakarta — Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mendorong pertumbuhan industri fintech dan memperkuat ekosistem ekonomi digital Indonesia. Penegasan ini disampaikan Ketua Umum Aftech terpilih periode 2025-2029, Pandu Sjahrir, di tengah dinamika industri yang terus berubah.

Pandu menyebut industri fintech telah menghadapi berbagai tantangan dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari pandemi yang mengubah lanskap bisnis, fenomena tech winter, hingga maraknya kasus penipuan serta keberadaan fintech ilegal. Ia berharap Aftech dapat siap menghadapi tantangan sekaligus menangkap peluang pada periode kepengurusan 2025-2029 sebagai organisasi payung ekosistem keuangan digital di Indonesia.

“Aftech senantiasa berkomitmen untuk mendorong transformasi dan memajukan industri fintech untuk mendukung ekosistem ekonomi digital di Indonesia. Kolaborasi antara pelaku industri, regulator, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci utama dalam memastikan perkembangan yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan,” kata Pandu.

Fokus kepengurusan baru: industri yang sehat dan berintegritas

Pandu menambahkan, kepengurusan baru diharapkan menjadi penggerak utama untuk memperkuat peran Aftech sebagai asosiasi payung ekosistem keuangan digital Indonesia. Fokus utamanya adalah mendorong industri fintech yang sehat, terpercaya, dan berintegritas.

Ia juga menyampaikan optimisme bahwa penguatan kolaborasi lintas sektor, regulasi yang kondusif, serta penguatan literasi digital dapat mempercepat transformasi keuangan digital dan mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen menuju Indonesia Emas 2045.

Bank Indonesia: ekonomi digital tumbuh hingga 2030

Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta menyampaikan bahwa ekonomi digital Indonesia tumbuh pesat dan diperkirakan terus berkembang hingga 2030. Ia menyebut volume pembayaran digital nasional diproyeksikan meningkat hingga 55,9 persen, didorong peran aktif generasi Milenial, Gen Z, dan Alpha, serta pertumbuhan UMKM dan sektor ekonomi kreatif.

Menurut Filianingsih, Aftech memiliki peran strategis dalam mendukung target pemerintah melalui implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI). Ia mengapresiasi partisipasi Aftech dalam implementasi BSPI 2025 dan berharap sinergi berlanjut pada BSPI 2030.

“Sinergi dalam dukungan pengembangan inovasi sistem pembayaran dan ITSK akan terus kita perkuat. Kita akan sama-sama memberikan sumbangsih dalam mendukung program Asta Cita dan mendukung pertumbuhan ekonomi keuangan digital nasional,” ujar Filianingsih.

OJK soroti sinergi dan tata kelola industri fintech

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Hasan Fawzi menekankan pentingnya peran Aftech dalam memperkuat sinergi serta meningkatkan tata kelola industri fintech nasional.

Hasan menyatakan, sejak berdiri pada 2016, Aftech dinilai konsisten menjadi mitra strategis regulator dalam mendorong inovasi, meningkatkan literasi keuangan digital, serta memastikan pertumbuhan teknologi finansial berjalan secara inklusif, aman, dan berkelanjutan.

“Kami melihat Aftech selama ini sangat membantu kami sebagai regulator dalam menyusun berbagai regulasi. Ke depan, kami berharap kolaborasi ini tidak hanya menghadirkan regulasi-regulasi yang mendorong inovasi dan perkembangan fintech, tetapi juga bersifat adaptif, akomodatif, serta memperhatikan kebutuhan dan harapan para pelaku industri,” kata Hasan.

RUA Aftech 2025 tetapkan pengurus baru

Rapat Umum Anggota (RUA) Tahunan Aftech 2025 dihadiri 141 perusahaan anggota dan menyepakati seluruh agenda yang ditetapkan, termasuk penetapan pengurus Aftech periode 2025-2029. Dalam RUA tersebut, Pandu Sjahrir ditetapkan sebagai Ketua Umum Aftech, Arsjad Rasjid sebagai Ketua Dewan Pengawas, serta Harun Reksodiputro sebagai Ketua Dewan Kehormatan/Etik.

RUA juga menegaskan peran strategis Aftech sebagai asosiasi payung utama sektor keuangan digital Indonesia, khususnya Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK), untuk memperkuat ekosistem ekonomi digital yang inklusif, mengoptimalkan potensi sektor riil, serta mendukung target pertumbuhan tinggi menuju Indonesia Emas 2045.

Agenda utama RUA

  • Penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2021-2025
  • Perubahan AD/ART organisasi
  • Pengangkatan pengurus baru periode 2025-2029
  • Peningkatan tata kelola organisasi
  • Penguatan kolaborasi dengan regulator dan pemangku kepentingan lainnya