BERITA TERKINI
Amartha: Pendanaan dari Lender Institusi Masih Dominan, Porsi Retail 30%

Amartha: Pendanaan dari Lender Institusi Masih Dominan, Porsi Retail 30%

PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) menyampaikan porsi pendanaan dari lender institusi saat ini masih lebih besar dibandingkan lender ritel. Chief Funding Officer Amartha, Julie Fauzie, mengatakan kontribusi pendanaan dari lender institusi berada di kisaran 70%, sementara lender ritel sekitar 30%.

Julie berharap porsi pendanaan dari segmen ritel dapat terus meningkat seiring bertambahnya partisipasi masyarakat. Menurutnya, Amartha akan terus mengajak lender ritel untuk menyalurkan pendanaan guna mendukung sektor ultra mikro, sehingga dana yang disalurkan dapat berdampak bagi pelaku usaha, termasuk di wilayah pedesaan.

Ia menilai potensi pertumbuhan ekonomi di daerah masih besar. Karena itu, peningkatan pendanaan dinilai dapat membantu memperkuat dukungan bagi pelaku usaha ultra mikro. Untuk pendanaan di Amartha, Julie menyebut lender ritel dapat mulai menyalurkan dana dengan nominal minimal Rp 1 juta.

Dari sisi peminjam (borrower), Julie mengatakan jumlahnya sejauh ini cukup seimbang antara Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa. Meski demikian, Amartha berupaya meningkatkan penyaluran pembiayaan ke luar Pulau Jawa karena permintaan dari segmen ultra mikro di pedesaan masih besar, sekaligus melihat peluang pasar yang dinilai masih terbuka.

Julie menambahkan, pasar di Pulau Jawa cenderung lebih padat dengan akses finansial yang lebih banyak. Sementara itu, semakin ke luar Pulau Jawa, peluang dinilai semakin besar. Ia menyatakan perusahaan juga ingin mendorong pemerataan pembiayaan.

Meski demikian, Amartha tetap memandang Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa sama-sama prospektif untuk penyaluran pembiayaan ke depan, sehingga porsi penyaluran dapat terus meningkat dan tetap seimbang di kedua wilayah.

Hingga akhir 2025, Amartha telah menyalurkan lebih dari Rp 37 triliun modal usaha kepada 3,7 juta UMKM perempuan di lebih dari 50.000 desa. Komposisi borrower Amartha terdiri dari 53% sektor perdagangan, 22% pertanian, 9% peternakan, 6% jasa, serta 7% industri rumah tangga dan sektor lainnya.

Berdasarkan situs resmi perusahaan, Amartha mencatat Tingkat Keberhasilan Bayar (TKB90) sebesar 95,61%.