BERITA TERKINI
Asing Catat Net Sell Rp678,17 Miliar pada 30 Maret 2026, Saham Bank Jadi Sasaran Utama

Asing Catat Net Sell Rp678,17 Miliar pada 30 Maret 2026, Saham Bank Jadi Sasaran Utama

Tekanan jual investor asing di bursa domestik berlanjut hingga perdagangan Senin, 30 Maret 2026. Pada sesi tersebut, nilai jual bersih (net sell) asing di pasar reguler mencapai Rp678,17 miliar.

Di tengah arus dana keluar tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat tertekan lebih dari 1% pada awal perdagangan. Namun, indeks berbalik menguat tipis menjelang penutupan dan berakhir di level 7.091, atau turun 0,08% dibandingkan posisi sebelumnya.

Pergerakan yang fluktuatif ini mencerminkan dinamika sentimen pelaku pasar terhadap aset di Indonesia. Saham-saham berkapitalisasi besar, terutama dari sektor perbankan, menjadi sasaran utama aksi jual asing. Meski demikian, besarnya net sell tidak selalu diikuti penurunan harga yang seragam karena terdapat penyeimbang dari aktivitas beli investor domestik.

Berikut daftar saham dengan nilai net sell asing tertinggi pada perdagangan 30 Maret 2026:

1) PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)
Net sell Rp461 miliar. Harga saham terkoreksi 1,75% ke Rp3.360.

2) PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
Net sell Rp242 miliar. Harga saham justru naik 0,48% ke Rp6.450.

3) PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)
Net sell Rp230 miliar. Harga saham turun 1,26% ke Rp4.700.

4) PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)
Net sell Rp75 miliar. Harga saham melemah 1,74% ke Rp1.130.

5) PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)
Net sell Rp54 miliar. Harga saham turun 0,33% ke Rp3.040.

Data tersebut menunjukkan respons pasar yang berbeda pada tiap saham. Salah satu contoh, BBCA tetap menguat meski masuk jajaran emiten dengan tekanan jual asing terbesar pada hari itu.

Arus net sell asing kerap menjadi sentimen negatif di pasar, tetapi keputusan investasi tidak semestinya hanya bertumpu pada indikator tersebut. Investor umumnya tetap perlu menimbang faktor lain, seperti kondisi fundamental emiten dan situasi makroekonomi, serta memperhatikan pengelolaan risiko dan diversifikasi portofolio.

Informasi di atas merupakan rangkuman data perdagangan pada 30 Maret 2026 dan dapat berubah mengikuti dinamika pasar.