PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) berpartisipasi dalam kuliah umum literasi keuangan yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jember, Jawa Timur, Senin (16/02/2026). Kegiatan ini ditujukan untuk mendorong pemahaman pengelolaan keuangan di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa.
Lebih dari 300 mahasiswa Universitas Jember (UNEJ) menghadiri kegiatan tersebut. Selain menerima paparan materi, peserta diajak memahami pengelolaan keuangan pribadi di tengah kondisi ekonomi yang dinamis dan penuh ketidakpastian.
Kuliah umum ini melibatkan sejumlah pemangku kepentingan dari industri asuransi, antara lain Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), serta Dewan Asuransi Indonesia (DAI). Kolaborasi regulator dan industri ini diarahkan untuk memperluas jangkauan edukasi keuangan kepada kelompok muda yang dinilai masih kerap berada di luar pembahasan keuangan formal.
Presiden Direktur AXA Mandiri Handojo G. Kusuma dan Direktur Kepatuhan AXA Mandiri Rudy Kamdani turut hadir dalam dialog literasi keuangan bersama Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK. Dialog tersebut menekankan pentingnya pemahaman pengelolaan keuangan sejak dini sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan finansial individu.
“Literasi keuangan bukan sekadar memahami produk, tetapi bagaimana seseorang mampu membaca risiko dan menyiapkan perlindungan yang tepat,” kata Handojo. Ia menilai asuransi kerap dianggap sebagai kebutuhan sekunder, padahal berfungsi sebagai penyangga ketika risiko muncul tanpa diduga.
Di luar sesi dialog, AXA Mandiri juga membuka booth literasi keuangan. Melalui area ini, mahasiswa diajak berinteraksi langsung lewat simulasi sederhana terkait manajemen risiko dan manfaat perlindungan asuransi, agar pemahaman tidak berhenti pada konsep, melainkan menyentuh pengalaman praktis.
AXA Mandiri mencatat, sepanjang 2025 perusahaan telah menggelar 14 kegiatan literasi keuangan yang menjangkau sekitar 2.400 penerima manfaat dari berbagai latar belakang, mulai dari ibu rumah tangga, pelaku usaha mikro, mahasiswa, hingga karyawan. Kegiatan tersebut berfokus pada peningkatan kesadaran mengenai perencanaan keuangan dan proteksi jangka panjang.
Di tengah tingkat literasi keuangan nasional yang masih rendah, kegiatan edukasi semacam ini dipandang sebagai langkah awal untuk mendekatkan konsep finansial dengan kebutuhan sehari-hari. AXA Mandiri menyatakan akan terus terlibat dalam program edukasi finansial bersama regulator dan institusi pendidikan sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih siap menghadapi risiko ekonomi di masa depan.

