PANGKALPINANG—Badan Keuangan Daerah (Bakuda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) berharap pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dapat mendorong perputaran ekonomi di tengah masyarakat, terutama melalui peningkatan daya beli di pasar.
Kepala Bidang Perbendaharaan Bakuda Provinsi Babel, Mimi Femiyanti, mengatakan THR ASN berpotensi membantu geliat konsumsi masyarakat. Ia menilai aktivitas di pasar cenderung melambat ketika penghasilan pegawai negeri belum diterima.
“Boleh dilihat kalau ke pasar-pasar, kalau PNS itu belum gajian, sepi. Karena urat nadi utama di kita nih, di Kepulauan Bangka Belitung itu masih mengharapkan tambang. Begitu posisi tambang merosot, jadi harapan penjual-penjual di pasar itu ya kepada PNS,” kata Mimi, Jumat, 20 Februari 2026.
Sementara itu, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bangka Belitung menyatakan belanja pemerintah memberikan dampak besar terhadap ekonomi daerah. Kepala Kanwil DJPb Babel, Syukriah HG, menekankan pentingnya percepatan belanja, terutama pada awal tahun, agar efeknya dapat segera dirasakan.
“Salah satu langkah yang dapat memberikan dampak besar di awal adalah percepatan belanja. Ketika masing-masing unit memiliki program dan menyusun rencana percepatan kegiatan, maka secara otomatis akan terjadi percepatan belanja,” kata Syukriah dalam diseminasi kajian fiskal regional dan kinerja APBN 2025 di Kanwil DJPb, Kamis, 22 Januari 2026.
Syukriah menambahkan belanja pegawai dinilai baik bagi perekonomian daerah. Karena itu, ia mendorong instansi pemerintah untuk tidak ragu melaksanakan kegiatan yang dapat dijalankan sejak awal tahun.
“Kita juga ingin memberikan contoh kepada diri kita sendiri bahwa kita tidak harus menunggu sampai akhir tahun. Kegiatan yang dapat dilaksanakan di awal, mari kita laksanakan di awal,” ujarnya.
Menurut Syukriah, laju pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama hingga ketiga turut bergantung pada belanja pemerintah, sehingga percepatan realisasi dinilai penting untuk menjaga momentum ekonomi daerah.

