Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan bahwa kondisi ekonomi Kota Pontianak secara umum masih menunjukkan tren positif meski menghadapi berbagai tantangan global. Pernyataan itu disampaikan saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Asumsi dan Kerangka Ekonomi Makro Kota Pontianak untuk penyusunan dokumen Perubahan RKPD Tahun 2026 dan RKPD Tahun 2027 di Aula Muis Amin Bapperida Pontianak, Kamis (12/3/2026).
Menurut Edi, forum diskusi tersebut penting untuk merumuskan arah kebijakan pembangunan daerah ke depan dengan mempertimbangkan asumsi ekonomi yang berkembang di tingkat lokal, nasional, maupun global. Ia menegaskan, dokumen yang disusun melalui proses tersebut akan menjadi pijakan dalam menyusun program pembangunan Kota Pontianak pada tahun-tahun mendatang.
“Dokumen ini nantinya akan menjadi dasar bagi kita dalam menyusun program pembangunan Kota Pontianak ke depan,” ujarnya.
Dari sisi kemampuan fiskal, Edi menjelaskan Kota Pontianak saat ini masih berada pada kategori sedang. Ia juga menyoroti sejumlah faktor eksternal yang berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi daerah, seperti konflik di Timur Tengah, kondisi cuaca, serta hambatan distribusi logistik.
Ia mencontohkan keterlambatan distribusi barang dari Pelabuhan Tanjung Priok yang berdampak pada pengiriman barang ke berbagai daerah, termasuk Pontianak.
Meski demikian, Edi menyebut sejumlah indikator makro ekonomi Pontianak masih mencatatkan capaian yang dinilai baik. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Pontianak pada 2025 tercatat 82,80, lebih tinggi dari target 82,73. Angka tersebut juga berada di atas rata-rata Provinsi Kalimantan Barat yang 72,09 serta rata-rata nasional 75,90.
Pertumbuhan ekonomi Kota Pontianak pada 2025 tercatat 5,34 persen. Capaian itu sedikit di bawah pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat sebesar 5,39 persen, namun lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang 5,11 persen.
Edi menekankan pertumbuhan ekonomi berkaitan erat dengan peluang penciptaan lapangan pekerjaan. “Pertumbuhan ekonomi ini sangat penting karena berkaitan dengan pembukaan lapangan pekerjaan. Semakin tinggi pertumbuhan ekonomi maka semakin besar pula peluang kerja yang bisa tercipta,” jelasnya.
Ia menambahkan, karakter ekonomi Kota Pontianak yang tidak memiliki sektor tambang maupun perkebunan besar membuat sektor jasa menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Karena itu, Pemerintah Kota Pontianak terus mendorong pertumbuhan berbagai usaha jasa, mulai dari pendidikan, kesehatan, perdagangan, kafe, restoran, hingga jenis usaha jasa lainnya.

